Keterbatasan Armada Jadi Penyebab Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, masih menjadi perhatian warga.

Pengelola pasar menyebutkan, keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi penyebab utama menumpuknya sampah, yang mencapai 120 hingga 150 ton per hari.

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menjelaskan idealnya dibutuhkan 12 hingga 15 armada setiap hari untuk membersihkan sampah. Namun, saat ini, DLH hanya mampu menurunkan maksimal delapan armada per hari.

Baca juga: Gunung Sampah Pasar Induk Kramat Jati Meresahkan, Tembok Sampai Jebol

"TPS itu kita berkolaborasi dengan teman-teman Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk kemudian mereka bisa mengangkut sampah tersebut ke Bantargebang," ujar Agus, Kamis (8/1/2026).

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pasar Induk Kramat Jati, tumpukan sampah, Dinas Lingkungan Hidup, armada pengangkut&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xMzQwNTIzMS9rZXRlcmJhdGFzYW4tYXJtYWRhLWphZGktcGVueWViYWItc2FtcGFoLW1lbmdndW51bmctZGktcGFzYXItaW5kdWsta3JhbWF0&q=Keterbatasan Armada Jadi Penyebab Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Meski armada terbatas, Agus menyebutkan bahwa DLH telah mulai mengerahkan 20 truk untuk pengangkutan sampah, dibantu UPK Badan Air dan petugas lainnya.

"Hari ini sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang akan dilakukan pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini," tambah Agus.

Agus menargetkan tumpukan sampah dapat teratasi dalam satu pekan ke depan.

"Kami sudah koordinasi dengan teman-teman LH untuk berkomitmen, satu minggu ke depan penumpukan sampah yang ada di belakang ini bisa kita lakukan pengempesan," jelasnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kamis (8/1/2026), DLH mengerahkan tiga alat berat untuk mengurai sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Baca juga: Dede Sukria Sukarela Bersihkan Sampah Demi Ibadah, Kini Disorot Wali Kota Bogor

Alat berat digunakan untuk memindahkan sampah ke truk pengangkut milik DLH. Kondisi ini berbeda dari sehari sebelumnya, ketika hanya satu alat berat yang beroperasi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Sejumlah titik tumpukan sampah mulai berkurang ketinggiannya. Namun, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer.

Di tengah proses pengangkutan, beberapa warga terlihat masih membuang sampah di kawasan tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pemancing di Perairan Teluk Sepi Lombok Barat
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Menkeu Purbaya Akui Kena Sindir Prabowo soal Perpajakan saat Retret di Hambalang
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Satgas Rehabilitasi Ingin Pakai Lumpur untuk Tanggul Sungai-Kayu Buat Huntap
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Pelaku Curanmor Menangis Berlutut Minta Ampun ke Korbannya
• 20 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kendaraan Listrik Kian Diminati, Tesla Model Y Jadi Favorit di Tengah Tantangan Biaya
• 16 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.