Mengulik Kisah Sosok Perempuan di Sampul Album Deftones Around The Fur

insertlive.com
1 hari lalu
Cover Berita

Sampul album Around The Fur milik Deftones telah menjadi salah satu visual paling ikonik di era musik 1990-an.

Lebih dari dua dekade setelah album itu dirilis, sosok perempuan yang tampil dalam gambar tersebut akhirnya mengenang kembali momen yang secara tak terduga mengabadikannya dalam sejarah musik alternatif.

Album Around The Fur dirilis pada 1997 melalui Maverick Records dan menjadi album studio kedua Deftones setelah kesuksesan Adrenaline (1995).

Album ini melahirkan sejumlah lagu favorit penggemar seperti My Own Summer (Shove It) dan Be Quiet And Drive (Far Away), sekaligus mengukuhkan posisi Deftones sebagai salah satu band paling berpengaruh di kancah alt-metal.

Visual sampul album tersebut menampilkan seorang perempuan muda yang tengah bersantai di jacuzzi. Foto itu diambil dari sudut tak biasa, dengan kamera mengarah dari atas kepala menggunakan lensa fisheye, menciptakan kesan intim sekaligus berani yang kemudian melekat kuat dalam ingatan publik.

Media skateboard dan budaya independen, Jenkem, baru-baru ini berhasil melacak sosok perempuan dalam foto tersebut. Ia diketahui bernama Lisa Hughes. Selain itu, mereka juga mewawancarai fotografer di balik gambar ikonik itu, Rich Kosick.

Kosick mengenang bahwa saat itu ia diajak bergabung dengan Deftones ke Seattle, tempat band tersebut mengerjakan album. Ia mengaku tidak mendapat arahan khusus selain diminta untuk mendokumentasikan keseharian mereka.

"Saya hanya disuruh pergi ke sana, bersenang-senang, nongkrong, dan mengambil foto," ujar Kosick.

Dirinya bahkan tidak mengetahui bahwa hasil jepretannya akan dipertimbangkan sebagai sampul album.

Ia menjelaskan bahwa momen itu terjadi secara spontan. Saat kembali ke kondominium tempat band menginap, ia melihat seorang perempuan sedang bersantai di jacuzzi dan langsung mengambil beberapa foto.

"Mereka sedang dalam fase pesta-pesta. Saya melihat seorang gadis di jacuzzi, lalu saya mendekat dan mengambil dua foto. Itu saja, lalu saya pergi," tuturnya.

Beberapa minggu kemudian, Kosick mengaku terkejut ketika pihak label menghubunginya. Direktur seni Maverick Records, Kevin Reagan, menyampaikan bahwa foto tersebut tengah dipertimbangkan sebagai sampul album.

"Saya sangat kagum. Saya berpikir, 'Ini terlihat sangat keren. Saya menyukainya,'" kata Kosick.

"Pada akhirnya, rasanya memang tepat setelah semua konsep lain dicoba." lanjutnya.

Sementara itu, Lisa Hughes mengungkap bahwa ia sama sekali tidak mengetahui foto tersebut akan digunakan sebagai sampul album.

Ia juga menepis berbagai rumor yang selama bertahun-tahun menyebut dirinya sebagai penggemar fanatik band tersebut.

"Saya menemukan artikel-artikel yang menyebut saya groupie dan semacamnya. Saya sampai berpikir harus membuat halaman sendiri agar orang tahu siapa saya sebenarnya." kata Hughes..

"Aku cuma cewek keren dari Auburn, dan aku suka bersenang-senang. Dan tidak ada aksi penggemar fanatik di sini. Aku cuma menikmati waktu yang menyenangkan, kau tahu," lanjutnya.

Saat diminta menilai kembali foto tersebut, Hughes mengaku tidak memiliki penyesalan. Ia justru melihatnya sebagai potret jujur dari dirinya di masa muda.

"Ini foto yang cukup keren, kan? Dengan lensa fisheye yang mengarah ke bawah. Orang-orang mempermasalahkan hal-hal kecil, tapi saya tidak peduli. Saya manusia biasa. Saya bukan model," imbuh Hughes.

Ia menambahkan, "Itu saya. Dan jika melihat keseluruhan foto, dengan kaki yang masuk ke bak air panas, hasilnya terlihat sangat mengagumkan." sambungnya.

Vokalis Deftones, Chino Moreno, juga pernah membahas sampul album tersebut dalam wawancara dengan Broken Record Podcast. Ia menyebut bahwa Hughes adalah seseorang yang mereka kenal selama berada di Seattle.

"Siapa yang menyangka, 30 tahun kemudian foto itu akan menjadi ikonik, dicetak di kaus, dan dipakai oleh generasi baru," ujar Moreno.

Ia menjelaskan bahwa saat proses pemilihan sampul, sejumlah foto dibentangkan di atas meja, dan hampir semua orang langsung menunjuk gambar tersebut sebagai pilihan utama.

Hingga kini, Around The Fur tetap dikenang bukan hanya karena musiknya, tetapi juga karena visual sampulnya yang berani dan jujur.

Bagi Lisa Hughes, momen itu bukan tentang sensasi, melainkan potongan kecil dari masa muda yang tak terduga berubah menjadi sejarah budaya populer.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Empat Tiket Perempat Final Diraih Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026
• 16 jam lalufajar.co.id
thumb
Tekanan Berlanjut: China dan AS Umumkan Kabar Krusial Hari Ini
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Profil Josephine Langford, Aktris Asal Australia yang Melejit Sejak Bintangi Film After Bareng Hero Fiennes-Tiffin
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Benarkah 4 Pelatih Lokal Ini Jadi Calon Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia?
• 7 jam lalubola.com
thumb
Tok! Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.