Anak Terserang Super Flu, IDAI: Jangan Sekolah, Wajib Istirahat Total dan Isoman

kompas.tv
22 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi orang sedang sakit influenza. (Sumber: Envato/erika8213)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Orang tua diminta tidak menunda langkah penanganan ketika anak terindikasi mengalami super flu atau influenza A (H3N2).

Setelah mampu membedakan flu biasa dengan influenza yang lebih berat, tindakan awal yang tepat menjadi kunci agar kondisi anak tidak semakin memburuk dan penularan bisa dicegah.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menegaskan langkah pertama yang harus dilakukan orang tua adalah memastikan anak beristirahat total.

“Yang pertama-tama harus dilakukan adalah istirahat. Anak jangan sekolah, jangan aktif, jangan olahraga atau pergi les. Pertama-tama ketika anak mengalami gejala awal dari penyakit ini, dia harus istirahat tidur yang banyak,” kata Piprim dalam wawancara Kompas Siang, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Super Flu Tak Lebih Berbahaya, Vaksin Influenza Tetap Efektif

Menurut dia, istirahat bukan sekadar mengurangi aktivitas, tetapi memberi kesempatan pada sistem imun untuk bekerja optimal. Saat anak tidur, tubuh akan memfokuskan energi untuk melawan virus influenza.

"Kalau anak tetap aktif, apalagi disuruh olahraga, itu justru bisa membuat replikasi virusnya tambah heboh," ujarnya.

Super Flu Sangat Menular, Isoman Wajib Diterapkan

Selain istirahat, IDAI menekankan pentingnya penerapan isolasi mandiri atau isoman. Piprim menjelaskan anak yang terinfeksi super flu sudah menularkan virus sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga lima hari setelahnya.

"Super flu ini salah satu yang berbeda adalah dia sangat menular dibanding flu yang biasa ya, transmisinya jauh lebih cepat menular," katanya.

Anak yang sakit tidak boleh berkumpul dengan teman-temannya, dan sebaiknya tetap berada di rumah, mengingat tingginya risiko penularan di lingkungan sekolah maupun tempat bermain. 

Baca Juga: Waspada Super Flu! Kemenkes Catat 62 Kasus di 8 Provinsi hingga Akhir Desember 2025

Prinsip isoman ini, kata Piprim, serupa dengan yang diterapkan saat pandemi COVID-19.

Terapkan PHBS dan Etika Batuk

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • super flu anak
  • penanganan super flu anak
  • influenza A H3N2
  • isoman anak sakit
  • IDAI
  • Piprim Basarah Yanuarso
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Keluarga Kecewa Polda Metro Setop Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Disinggung Gosip Rumah Tangga Mantan, Reaksi Yusuf Mahardika Jadi Sorotan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Melihat Arca Panji Peninggalan Abad ke-15 yang Tersimpan di ITB
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Berkeliling Kota Makassar, Ini Jadwal dan Rute Terbaru Trans Sulsel
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.