Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) genap satu tahun dengan capaian yang melampaui target awal.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus dalam konferensi pers refleksi satu tahun MBG sekaligus operasional perdana program tahun 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Advertisement
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan, MBG bukan hanya sekedar program bantuan pangan, melainkan strategi pembangunan sumber daya manusia yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor.
Capaian ini, kata dia, menjadi bukti bahwa pemenuhan gizi anak secara tidak langsung, dapat berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.
"Target yang semula di tahun 2025 itu hanya 6 juta. Per hari ini kita sudah mencapai 55,1 juta penerima manfaat," ungkap Nanik, Kamis (8/1/2026).
Dia mengatakan, perluasan jangkauan MBG juga didukung dengan adanya ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga awal Januari 2026, tercatat sekitar 19.800 SPPG telah beroperasi.
Menurut Nanik, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan para mitra.
"Karena luar biasanya peran serta masyarakat, para mitra yang membangun dapur. Yang kalau dibangun sendiri oleh pemerintah tentu akan mengeluarkan investasi puluhan," papar dia.



