Lifting Minyak 2025 Tembus Target, Pertama Kali dalam Sembilan Tahun

wartaekonomi.co.id
23 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi lifting minyak sepanjang 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari, atau 100,5 persen dari target APBN sebesar 605 ribu barel per hari.

Tak dipungkiri, masuknya Natural Gas Liquid dan kondensat PT Donggi Senoro LNG ke dalam catatan lifting menjadi salah satu enabler tercapainya target.

“Yang pertama, target kita di APBN lifting itu 605 ribu barel per day. Dan alhamdulillah target kita hari ini mencapai 605,3 ribu barel per day, atau sama dengan 100,5 persen,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga: Tok! Kepala SKK Migas Umumkan Lifting Minyak 2025 Tembus Target APBN

Bahlil menegaskan, dalam satu dekade terakhir, target lifting minyak nyaris tidak pernah tercapai. Kenaikan signifikan terakhir terjadi pada 2008 saat Lapangan Banyu Urip mulai berproduksi, lalu kembali naik pada periode 2015–2016. Setelah itu, realisasi lifting selalu berada di bawah target APBN.

“Kalau kita melihat target APBN kita 10 tahun terakhir di lifting itu enggak pernah tercapai. Setelah 2015–2016, enggak pernah lagi lifting kita mencapai target APBN. Alhamdulillah kali ini kita tercapai,” ujar Bahlil.

Baca Juga: H-9 Tutup Tahun, Dirjen Migas Akui Target Lifting Minyak 605 Ribu Bph Belum Tercapai

Ia menambahkan, pencapaian tersebut diraih di tengah tekanan kondisi global yang belum sepenuhnya pulih. Menurut Bahlil, perlambatan ekonomi dunia dan tren penurunan harga komoditas menjadi tantangan utama sepanjang 2025, namun kinerja sektor hulu migas tetap mampu dijaga.

“Kondisi global yang pertumbuhannya belum terlalu memberikan sebuah harapan yang baik, tapi kita khususnya di Indonesia, kinerja dari ruang lingkup Kementerian ESDM, alhamdulillah kita bisa memaparkan hari ini,” kata dia.

Bahlil menyebut capaian lifting ini tidak lepas dari kerja terkoordinasi antara SKK Migas, Ditjen Migas, serta seluruh pelaku usaha hulu migas. Pemerintah, kata dia, akan menjaga tren ini agar berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan mendorong optimalisasi lapangan eksisting serta percepatan proyek-proyek hulu yang telah masuk rencana pengembangan.

“Kami melihat ini sebagai bukti bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan totalitas, target yang selama ini dianggap sulit bisa kita capai,” ujar Bahlil.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Badai Salju Ekstrem Melanda Eropa, Kemlu Minta WNI Batasi Perjalanan
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Sudah Incar Jefri Nichol Sebelum Dinikahi Na Daehoon, Jule: Dia Mau Gak Sih Sama Gue?
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
TSA Ungkap Benda yang Tak Boleh Dibawa ke Pesawat, Bisa Didenda Rp 270 Juta
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Sampai Titik Terakhirmu Resmi Pamit, Modual Nekad Akhirnya Tembus 300 Ribu Penonton
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bank Sentral Dunia Borong Emas, Nilai Total Tembus Rp67.000 Triliun
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.