Pantau - Ribuan warga Venezuela menggelar aksi unjuk rasa di Caracas pada Rabu, 7 Januari 2026, untuk menyerukan pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, serta menolak intervensi asing, khususnya dari Amerika Serikat.
"Warga mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar di Caracas, Venezuela, pada 7 Januari 2026," demikian dilaporkan media setempat mengenai partisipasi publik dalam aksi tersebut.
Tuntut Kedaulatan Nasional dan Tolak Intervensi ASPara demonstran menyuarakan penolakan terhadap campur tangan Amerika Serikat dalam urusan dalam negeri Venezuela.
Mereka membawa poster, spanduk, dan meneriakkan slogan yang menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional serta menuntut dihentikannya tekanan politik terhadap pemerintahan Maduro.
Aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Venezuela dan Amerika Serikat, yang beberapa waktu terakhir kembali memanas akibat dugaan pelanggaran demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia.
Aksi Berlangsung DamaiHingga saat ini, tidak ada laporan mengenai kericuhan atau tindakan kekerasan dalam aksi tersebut.
Unjuk rasa dilaporkan berlangsung dengan tertib, diikuti oleh warga sipil dari berbagai kalangan, dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa krisis politik di Venezuela masih jauh dari penyelesaian, dengan warga yang terus menunjukkan dukungan terhadap kepemimpinan Maduro dan menolak tekanan eksternal.


