Kronologi Perempuan Menyamar Jadi Pramugari Batik Air demi Tutupi Kebohongan

grid.id
22 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kasus perempuan menyamar jadi pramugari Batik Air mendadak menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta dan melibatkan seorang perempuan muda berinisial KN (23). Beginilah kronologi perempuan jadi pramugari Batik Air rute Palembang–Jakarta.

Aksi tersebut terungkap ketika KN tampak mengenakan atribut lengkap menyerupai kru kabin resmi maskapai. Perempuan itu bahkan sempat mengaku sebagai cabin crew yang masuk lewat jalur fast track. 

Kasus ini pun berakhir damai setelah polisi memastikan tidak ada unsur pidana di dalamnya. Lebih lengkapnya, inilah kronologi perempuan menyamar jadi pramugari yang dilakukan demi menutupi kebohongan kepada keluarga.

Awal Terungkapnya Penyamaran

Kronologi perempuan menyamar jadi pramugari bermula pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. KN diketahui menaiki pesawat Batik Air rute Palembang (PLM)–Jakarta (CGK) dengan mengenakan seragam yang menyerupai pramugari aktif. Atribut yang digunakan terbilang lengkap, mulai dari seragam, name tag, kartu identitas sekolah pramugari Batik Air, hingga koper bermerek maskapai tersebut.

Aksi KN terekam kamera penumpang lain dan diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info. Dalam video itu, KN tampak berjalan layaknya kru kabin dan berada di area yang biasa diakses pramugari. Unggahan tersebut pun menuai beragam reaksi dari warganet.

Awak kabin kemudian mencium adanya kejanggalan. Salah satu kru menilai ada perbedaan pada detail seragam yang dikenakan KN, khususnya pada bagian rok.

“Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, dikutip Rabu (7/1/2026). Merasa tidak yakin, kru pesawat kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta.

Diamankan di Bandara Soekarno-Hatta

Setibanya pesawat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Avsec sudah menunggu untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Dalam pemeriksaan awal, KN tetap bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air dan menunjukkan kartu identitas yang keasliannya diragukan.

Namun setelah diinterogasi lebih lanjut, petugas memastikan KN bukan bagian dari karyawan Batik Air. “Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres,” kata Yandri. KN pun diamankan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk dimintai keterangan.

Motif di Balik Penyamaran

Dalam pemeriksaan polisi, terungkap motif di balik kronologi perempuan menyamar jadi pramugari tersebut. KN mengaku pernah mengikuti seleksi pramugari Batik Air, tetapi tidak berhasil lolos. Rasa malu kepada keluarganya di Palembang membuatnya berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari.

Untuk meyakinkan kebohongannya, KN membeli seragam, name tag, dan koper Batik Air melalui toko daring. Ia bahkan membeli tiket pesawat sendiri seperti penumpang pada umumnya sehingga bisa lolos saat proses boarding.

 

KN mengaku sebenarnya berniat berganti pakaian setibanya di bandara, namun karena waktu keberangkatan sudah mepet, ia tetap naik pesawat dengan seragam tersebut. “Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” jelas Yandri, dikutip dari Kompas.com, Kamis (8/1/2026).

Kasus Diselesaikan Secara Damai

Polisi memastikan tidak ditemukan unsur pidana maupun pelanggaran hukum lain dalam kasus ini. Pihak Batik Air juga memilih tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum. Sebagai bagian dari penyelesaian, KN diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri, dikutip dari Tribun Jambi.

Seluruh atribut Batik Air yang digunakan KN disita oleh pihak berwajib. Dengan demikian, kronologi perempuan menyamar jadi pramugari ini resmi berakhir secara damai. Meski tanpa proses hukum, kasus ini menjadi pengingat pentingnya keamanan dan verifikasi ketat di dunia penerbangan, sekaligus pelajaran bahwa kebohongan sekecil apa pun dapat berujung konsekuensi serius. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dicecar Hakim soal Punya 2 HP di Rutan, Ammar Zoni: Satu Hasil Gadai Tahanan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Profil dan Pekerjaan Ibrahim Risyad Suami Salshabilla Adriani yang Viral Dicap Pelit
• 18 jam laluinsertlive.com
thumb
HSBC: Harga Emas Berpotensi Tembus US$5.000
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ridwan Kamil Resmi Menduda, Pengacara Minta Stop Bahas Soal Aura Kasih
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Meski Bantah Laporkan Panji Pragiwaksono soal Mens Rea, Muhammadiyah Tetap Minta Jaga Etika dalam Berpendapat
• 17 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.