Indonesia Segera Ditetapkan Jadi Presidensi Dewan HAM PBB 2026 di Jenewa

detik.com
22 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Indonesia akan menjadi Presidensi Dewan HAM PBB 2026, yang nantinya tugas tersebut akan diemban Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro. Penetapan Indonesia sebagai Presidensi Dewan HAM PBB akan ditetapkan hari ini di Jenewa pukul 10.00 pagi waktu setempat.

"Kali ini kita akan menjadi presidensi selama satu tahun penuh di mana jabatan tersebut akan dipegang oleh watap kita atau Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Beliau yang sebelumnya menjadi Dirjen Kerja Sama ASEAN di Jakarta dan menjadi Dubes Indonesia untuk India dan Bhutan," kata Direktur HAM dan Urusan Migrasi Kemlu Indah Nuria Savitri saat konferensi pers di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Menteri Pigai Bangga RI Bakal Jadi Presiden Dewan HAM PBB

Dengan status tersebut, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses yang ada di Dewan HAM PBB. Posisi ini bukan sekadar simbol diplomatik, tapi juga memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembahasan isu HAM global.

"Dalam kapasitas kita sebagai presiden, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses yang ada di Dewan HAM, tentu saja bersama anggota biro lainnya," ujar Indah.

Indonesia sangat terhormat mengemban status tersebut. Indah menjanjikan kepemimpinan yang inklusif untuk semua negara anggota PBB.

"Ini adalah satu mandat yang sangat prestisius dan tentu saja datang dengan tanggung jawab yang besar juga mengingat situasi dan geopolitik kita cukup berwarna saat ini dan Dewan HAM juga mengalami banyak dinamika. Namun secara khusus dengan tema Presidency for All, kita mencoba untuk menjalankan mandat sebagai Presiden ini dengan pendekatan yang inklusif," kata Indah.

Baca juga: Anggota DPR: Nominasi RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB Bukti Kepercayaan Kuat

Posisi tersebut, kata Indah, merupakan hasil diplomasi RI selama ini. Posisi yang bukan semata diberikan, tapi ada perjuangan di balik penunjukannya.

"Ini merupakan hasil kerja sama dan hasil upaya perjuangan diplomasi dari semua pihak yang digawangi atau dipimpin oleh Kemlu, teman-teman. Tentu saja presidensi ini bukan, apa namanya, bukan sesuatu yang given, tapi memang perlu diperjuangkan," katanya.




(eva/eva)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Di Balik Medali, Ketika Negara Memeluk Para Atlet SEA Games 2025
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Pernah Hadapi Keduanya, Michael Chandler Jagokan Justin Gaethje atas Paddy Pimblett di UFC 324
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadi Ketua Satgas, Tito Mulai Petakan Dampak Bencana Sumatra
• 2 jam laludetik.com
thumb
Gara-gara Mens Rea, Pemuda NU dan Muhammadiyah Laporkan Pandji ke Polda Metro Jaya
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Awas penipuan berkedok asmara jaringan internasional
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.