FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persib Bandung mendapat tantangan serius dalam upaya memburu gelandang serang asal Uruguay, Adrian Luna, pada bursa transfer paruh musim. Di saat Maung Bandung dikabarkan masuk dalam pusaran negosiasi, klub Liga 1 lainnya, Persik Kediri, justru muncul sebagai pesaing kuat yang berpotensi menikung langkah Persib untuk mendapatkan tanda tangan pemain berlabel Piala Dunia tersebut.
Persik Kediri memanfaatkan momentum bursa transfer paruh musim dengan membidik sejumlah pemain grade A, salah satunya Adrian Luna. Gelandang serang berusia 33 tahun itu sebelumnya santer dikaitkan dengan Persib Bandung. Luna dikenal sebagai otak serangan dengan visi bermain tajam serta pengalaman panjang di level internasional, termasuk pernah membela Timnas Uruguay di ajang Piala Dunia.
Kabar ketertarikan Persib Bandung terhadap Adrian Luna pertama kali dibongkar akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @liga1teransfer, pada Jumat (2/1/2026). Akun tersebut mengungkapkan bahwa Persib tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan Luna dengan status pinjaman.
“Persib Bandung sedang dalam negosiasi untuk mendatangkan Kapten Kerala Blasters, Adrian Luna, dengan status pinjaman selama satu musim,” tulis akun tersebut.
Namun, rumor yang belum sempat berkembang itu justru meredup setelah muncul kabar bahwa Adrian Luna selangkah lebih dekat bergabung dengan Persik Kediri. Informasi tersebut diungkap oleh media asing, Zilliz Sports, pada hari yang sama. Media itu menyebutkan bahwa Persik Kediri berpeluang besar menjadi pelabuhan baru sang gelandang kreatif.
“Adrian Luna is set to join Indonesia Top Divisian Club Persik Kediri (Adrian Luna akan bergabung ke klub kasta tertinggi Liga Indonesia, Persik Kediri,-red),” tulis Zilliz Sports melalui akun X.
Peluang Adrian Luna merapat ke Liga 1 kian terbuka seiring kondisi kompetisi Liga India yang tengah diliputi ketidakjelasan. Klubnya saat ini, Kerala Blasters, bahkan telah mengonfirmasi bahwa sang kapten akan dilepas ke klub luar negeri dengan status pinjaman untuk musim 2025–26.
Kerala Blasters menyampaikan pernyataan resmi terkait masa depan Adrian Luna, meski tidak mengungkap identitas klub peminjamnya. “Adrian Luna Akan Menjalani Musim 2025–26 dengan Status Pinjaman di Luar Negeri. Kerala Blasters dapat mengkonfirmasi bahwa Kapten Klub Adrian Luna akan menjalani musim 2025–26 dengan status pinjaman di klub luar negeri, sebagai bagian dari kesepakatan bersama antara pemain dan Klub,” tulis pihak klub.
“Seluruh jajaran Kerala Blasters FC mengucapkan terima kasih kepada Adrian atas profesionalisme dan kepemimpinannya yang berkelanjutan, dan mendoakan yang terbaik untuknya di musim ini di luar negeri,” lanjut pernyataan tersebut.
Situasi ini membuat Persib Bandung tak lagi sendirian dalam perburuan Adrian Luna. Persik Kediri kini muncul sebagai pesaing serius, bahkan disebut berada di posisi terdepan untuk mengamankan jasa sang playmaker Uruguay.
Profil Adrian Luna
Adrian Luna lahir di Montevideo, Uruguay, dan dikenal sebagai gelandang serang dengan kemampuan membaca permainan yang sangat baik. Ia memiliki peran sentral sebagai pengatur tempo serta kreator peluang dari lini tengah, menjadikannya figur vital di setiap tim yang dibelanya.
Karier profesional Adrian Luna dimulai di Uruguay sebelum ia menjajal berbagai kompetisi internasional. Namanya mulai dikenal luas setelah tampil konsisten di sejumlah klub Amerika Latin dan Asia, hingga akhirnya dipercaya menjadi kapten Kerala Blasters di Liga India.
Pengalaman internasional menjadi nilai lebih Luna. Ia pernah membela Timnas Uruguay dan mencatatkan namanya sebagai bagian dari skuad Piala Dunia, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas serta mentalitasnya sebagai pemain level atas.
Di Kerala Blasters, Luna tak hanya berperan sebagai playmaker, tetapi juga pemimpin di ruang ganti. Kepemimpinannya menjadi alasan utama klub mempercayakan ban kapten kepadanya dalam beberapa musim terakhir.
Dengan pengalaman, visi bermain, serta mental juara yang dimiliki, Adrian Luna dinilai sebagai paket komplet bagi klub Liga 1. Tak heran jika Persib Bandung dan Persik Kediri sama-sama tertarik menjadikannya motor serangan di paruh musim kompetisi.




