Korban Bencana Sumatera Enggan Direlokasi Akan Dapat Rp 60 Juta untuk Bangun Rumah

kompas.com
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 60 juta kepada korban bencana Sumatera yang tidak ingin direlokasi meski desanya hilang akibat bencana.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, uang tersebut diberikan agar masyarakat dapat membangun rumahnya.

“Bisa saja yang bersangkutan tidak ingin relokasi tapi dia pindah ke tempat yang dia pilih sendiri. Kalau yang dipilih sendiri, otomatis dia akan diberikan biaya, indeksnya kalau membangun sendiri ya Rp 60 juta diberikan “ kata Tito dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Perintah Prabowo, Lahan Sawit di Aceh Tamiang Bakal Dijadikan Hunian untuk Korban Bencana Sumatera

Pemerintah juga berencana memberikan bantuan Rp 3 juta untuk perabotan dan Rp 5 juta untuk pemulihan ekonomi.

“Tapi ada saran juga dimasukkan dalam daftar PKH (Program Keluarga Harapan), setidaknya 6 bulan. PKH artinya bantuan langsung tunai selama 6 bulan. Nah ini sedang dalam pendataan oleh kita,” kata Tito.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Tito Karnavian, bantuan korban bencana, banjir sumatera, bencana sumatera, korban bencana sumatera, rumah korban banjir sumatera, hunian korban bencan sumatera&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xNzQ4NTI4MS9rb3JiYW4tYmVuY2FuYS1zdW1hdGVyYS1lbmdnYW4tZGlyZWxva2FzaS1ha2FuLWRhcGF0LXJwLTYwLWp1dGEtdW50dWstYmFuZ3Vu&q=Korban Bencana Sumatera Enggan Direlokasi Akan Dapat Rp 60 Juta untuk Bangun Rumah§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera ini mengungkapkan, 25 desa hilang akibat bencana Sumatera berupa banjir bandang dan tanah longsor.

Baca juga: Mendagri Sebut 25 Desa Hilang akibat Bencana Sumatera

Warga yang sebelumnya bermukim di desa-desa tersebut akan direlokasi.

“Otomatis kan harus direlokasi. Mereka harus dipindahkan, dan kita akan tentu harus cari satu, cari tempat untuk relokasi desa itu,” ucap dia.

Kendati demikian, desa-desa yang hilang akibat bencana tidak sebaiknya dibangun kembali di lokasi semula apabila dinilai rawan secara geologis.

Tito masih berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk menilai apakah desa yang hilang tersebut masuk dalam kategori rawan atau tidak.

Baca juga: Satgas PKH: 12 Perusahaan Diduga Jadi Penyebab Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Jika permukiman dibangun kembali di lokasi yang sama, risiko bencana serupa tetap ada.

Oleh karena itu, relokasi menjadi langkah yang lebih aman.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

“Relokasi ini memerlukan tempat, memerlukan waktu juga untuk proses itu ya. Jadi ya kalau kita tentunya ingin secepat mungkin koordinasi dilakukan. Kalau bisa sebelum 3 bulan, 3 bulan kita lakukan,” ucap Tito.

“Tapi kita tahu target pembangunan untuk Huntara (Hunian Sementara) bagi yang hilang dan lain-lain kan 3 bulan. Setelah itu sambil paralel dengan itu pembangunan hunian tetap (Huntap),” kata dia.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TPS Dekat Rusunawa PIK 2 Ditutup, Lahan Akan Diubah Jadi Ruang Terbuka
• 4 jam lalukompas.com
thumb
IHSG Pecah Rekor Level 9.000, Purbaya Prediksi Bullish Berlanjut Sepanjang 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Khawatir Usai Ammar Bongkar Fakta di Persidangan, Aditya Zoni Sebut Semua yang Disampaikan Adalah Kebenaran
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Profil Santi Indri, perempuan Indonesia pikat juri KBS dan sabet juara kontes nyanyi Korea
• 7 jam lalubrilio.net
thumb
Hadiri WEF, Danantara siap tawarkan investasi sektor ketahanan pangan
• 42 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.