Bisnis.com, JAKARTA – Obligasi Berkelanjutan V yang dirancang oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) senilai maksimum Rp6 triliun mendapat peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Analis Pefindo Kresna Wiryawan dan Ayuningtyas Nur menyampaikan Pefindo menegaskan peringkat idAA- untuk TPIA dan obligasi yang masih beredar. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil.
"Peringkat mencerminkan posisi terdepan TPIA dalam industri petrokimia yang didukung oleh sinergi dengan mitra strategis, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memadai, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat," paparnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan dan kebijakan keuangan yang moderat, sensitivitas terhadap siklus industri, dan risiko terkait dengan ekspansi proyek-proyek baru.
Kresna dan Ayuningtyas memaparkan peringkat idAA- telah memperhitungkan akuisisi atas Aster Chemicals and Energy Pte. LTd pada April 2025, Chevron Phillips Sngapore Chemicals pada Agustus 2025, dan condensate splitter unit pada Juni 2025.
"Kami melihat bahwa hal ini dapat memperkuat integrasi vertikal dan diversifikasi produk yang akan berpengaruh positif pada pangsa pasar dan margin laba dalam jangka menengah panjang, terutama setelah perusahaan mengoperasikan secara penuh aset-asetnya," tulis mereka.
Pefindo menilai 2026 akan menjadi kunci bagi TPIA. Alasannya, perusahaan Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu itu diharapkan dapat memfinalisasi sejumlah proses peremajaan proyek baru dan akan mulai menghasilkan margin laba yang positif.
Selama proses tersebut, lanjutnya, Pefindo menilai TPIA masih memiliki likuiditas yang cukup dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk membiayai belanja modal, modal kerja, serta utang yang jatuh tempo.
Seperti diberitakan Bisnis, TPIA tengah menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp6 triliun.
Melansir prospektus yang terbit di harian Bisnis Indonesia edisi 31 Desember 2025, Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 tersebut akan diterbitkan dalam 3 Seri.
Perinciannya, Seri A dengan jumlah pokok Rp150 miliar dengan kupon 6,50% per tahun dan tenor 3 tahun, Seri B dengan jumlah pokok Rp350 miliar dengan kupon 7% per tahun dan tenor 5 tahun, dan Seri C dengan jumlah pokok Rp1 triliun dengan kupon 7,5% per tahun dan tenor 7 tahun.
"Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi terhitung sejak tanggal emisi," tulis perseroan, Rabu (31/12/2025).
Pembayaran kupon obligasi pertama akan dilakukan pada 13 April 2026, sedangkan pembayaran kupon obligasi terakhir akan dilakukan pada tanggal pelunasan pokok obligasi masing-masing seri, yaitu Seri A pada 13 Januari 2029, Seri B pada 13 Januari 2031, dan Seri C pada 13 Januari 2033. Pelunasan obligasi ini dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Masa penawaran umum obligasi TPIA itu berlangsung pada 2-8 Januari 2026, penjatahan pada 9 Januari 2026, dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 14 Januari 2026.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5334599/original/039255300_1756721963-20250901-Yakult-HEL_2.jpg)


