INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak dari pengumuman rilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di perdagangan sesi II, meskipun tidak signifikan.
Menurutnya pelaku pasar sedang mencermati sentimen soal kebijakan suku bunga acuan dan rilis data inflasi.
"Koreksi hari ini cenderung koreksi sehat ketimbang perubahan tren besar," kata Reydi.
IHSG ditutup melemah 19,33 atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin atau 0,43 persen ke posisi 867,62.
Ia juga menyebut bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh tindakan profit taking untuk saham-saham yang sebelumnya naik cukup cepat.
Sebelumnya IHSG bergerak positif sampai penutupan sesi pertama dalam perdagangan saham. Namun saat sesi kedua, IHSG menjadi merah hingga penutupan perdagangan saham.
Terdapat lima sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,62 persen dan 0,61 persen.
Adapun saham-saham yang menguat paling besar yakni SMLE, KOCI, RLCO, KIJA dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, TRIN, OPMS, INPC dan NRCA.
Secara terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengegaskan akan memberantas praktik saham gorengan di pasar modal. Hal itu dia sampaikan menyusul adanya rencana demutualisasi bursa efek. (Ant/H-4)



