IHSG Hari Ini: Sempat Tembus 9.000, Indeks Berbalik Melemah Akibat Profit Taking

mediaindonesia.com
23 jam lalu
Cover Berita

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (8/1), berakhir antiklimaks. Sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) secara intraday dengan menembus level psikologis 9.000, indeks justru berbalik arah dan ditutup di zona merah akibat tekanan aksi ambil untung (profit taking) yang masif.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,22% atau turun 19,34 poin ke posisi 8.925,47. Padahal, pada sesi pertama perdagangan, indeks sempat melesat menyentuh level tertinggi harian di 9.002,92, yang menjadi rekor baru dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Tekanan Sektor Bahan Baku

Pelemahan IHSG hari ini terutama dipicu oleh koreksi tajam pada sektor bahan baku (basic materials) yang anjlok hingga 3,22%. Sektor teknologi juga turut memperberat langkah indeks dengan penurunan sebesar 1,10%. Sebaliknya, sektor transportasi dan logistik justru tampil perkasa dengan kenaikan 1,75%, diikuti sektor properti yang menguat 1,50%.

Statistik perdagangan mencatat volume transaksi yang cukup tinggi mencapai 55,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,06 triliun. Sebanyak 370 saham mengalami koreksi, 302 saham berhasil menguat, dan 138 saham stagnan.

Sentimen Pasar: Euforia Sesaat?

Analis menilai pembalikan arah IHSG sore ini merupakan respons wajar pasar (koreksi sehat) setelah reli panjang di awal tahun 2026. Pelaku pasar memanfaatkan momentum level 9.000 untuk merealisasikan keuntungan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat merespons positif capaian IHSG yang menembus 9.000 dengan optimisme tinggi. "To the moon," ujarnya, seraya memprediksi indeks bisa melampaui level 10.000 pada tahun ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang solid dan kebijakan pemerintah yang sinkron.

Namun, sentimen global tetap menjadi perhatian. Pasar masih mewaspadai dinamika geopolitik dan kebijakan proteksionisme dari Presiden AS Donald Trump yang dikhawatirkan memicu ketidakpastian perdagangan global, meskipun sejauh ini fundamental Indonesia terbukti cukup tangguh menahan gejolak eksternal tersebut. (H-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tahapan Seleksi PPPK Kementerian HAM 2025, Ini Jadwalnya
• 8 menit lalukompas.tv
thumb
Kayu Gelondongan Bencana Sumatera Boleh Dimanfaatkan Warga, Mendagri: Jangan Dijual
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Macet Parah di Jalan Cakung Cilincing Raya, Lalu Lintas Lumpuh
• 22 jam lalukompas.com
thumb
BNPB: Aceh Masih Tanggap Darurat, Korban Bencana di Sumatera 1.182 Jiwa
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Resmi Dihentikan | KOMPAS SIANG
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.