Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra, yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Anggaran yang disiapkan untuk Satgas ini berada di luar anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Prasetyo menjelaskan estimasi kebutuhan anggaran perbaikan pasca bencana mencapai Rp 60 triliun, yang juga sudah dianggarkan dalam APBN 2026.
"Di luar BNPB. Kalau Rp 60 triliun itu kan perkiraan ya, angka perkiraan kalau kita ingin memulihkan seluruh wilayah yang terdampak gitu loh," kata Prasetyo, di Istana Kepresidenan, Kamis (8/1/2026).
Prasetyo mengatakan anggaran Rp 60 triliun itu untuk perbaikan jalan dan jembatan yang terputus, fasilitas pendidikan, rumah sakit, puskesmas, hingga perbaikan di sektor pertanian. Setidaknya ada 64.000 hektare sawah yang terdampak bencana.
- IHSG Cetak Rekor 9.000 di Era Prabowo, Analis Bilang Begini
- Bos Danantara Ungkap Tambahan Saham Warga Asli Papua di Freeport
"Itu kebutuhan menyeluruh termasuk perhitungan terhadap apa namanya ganti untung ya. Karena kurang lebih 64.000 hektare sawah itu kan sawah produktif," kata Prasetyo.
Selain itu pemerintah juga akan memberikan keringanan cicilan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sehingga anggaran Rp 60 triliun itu bersifat dinamis, yang memungkinan adanya penambahan.
Adapun terkait anggaran operasional Satgas, tidak bisa dihitung secara pasti. Sebabnya para pengurus Satgas ini juga memiliki jabatan seperti Menteri Dalam Negeri.
"Misalnya ada Dewan Pengarah, pak Menko, Pak Pratikno, itu bukan berarti karena Satgas ini ada anggaran tersendiri, nggak selalu seperti itu," katanya.
(fab/fab)



