Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar rapat analisis dan evaluasi (anev) rencana kerja tahun 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta.
Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi kinerja organisasi, serta memperkuat sinergi lintas bidang dalam mendukung pembinaan prestasi dan masa depan bulutangkis Indonesia.
Rapat anev dibuka dengan laporan Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Umum PBSI Fadil Imran. Dalam arahannya, Fadil menegaskan pentingnya disiplin, fokus, dan konsistensi dalam menjalankan setiap program kerja.
Selanjutnya, rapat diisi dengan paparan dari sejumlah bidang, di antaranya Bidang Pembinaan Prestasi, Bidang Turnamen, Bidang Prestasi Daerah, Bidang Teknologi Informasi dan Riset Pengembangan, serta Bidang Hubungan Luar Negeri.
Fadil menegaskan Pelatnas merupakan pusat dari seluruh arah kebijakan dan kerja organisasi PBSI. Seluruh pengabdian, kata dia, bermuara pada pembinaan prestasi atlet dan keberlanjutan bulutangkis nasional.
“Mengawali tahun kerja ini, kita memilih untuk tidak larut dalam euforia. Persaingan internasional semakin ketat, sehingga tahun ini harus dijalani dengan disiplin, fokus, dan konsistensi,” ujar Fadil yang dikutip tvrinews.com, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menekankan setiap program harus terukur dan memberi dampak langsung terhadap kesiapan atlet, baik dari aspek teknis, fisik, mental, maupun manajemen pendukung.
Melalui rapat anev ini, PBSI juga menekankan pentingnya pembinaan prestasi jangka pendek yang terintegrasi dan tidak berjalan parsial. Seluruh bidang diminta memastikan program kerja saling terhubung serta selaras dengan kebutuhan Pelatnas, bukan sekadar rutinitas.
Di sisi lain, PBSI tetap menempatkan Olimpiade 2028 sebagai target jangka panjang. Seluruh langkah strategis yang dibahas, mulai dari pembinaan usia dini, pengelolaan Pelatnas, hingga penguatan tata kelola organisasi, merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju prestasi puncak.
Fadil menambahkan kekuatan PBSI tidak hanya terletak pada atlet di lapangan, tetapi juga pada soliditas organisasi di belakang mereka. Sinergi pengurus, pelatih, tim pendukung, dan seluruh ekosistem bulutangkis nasional menjadi fondasi utama dalam mencapai target bersama.
Menutup rapat, Fadil menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran PBSI sepanjang 2025 dan mengajak semua pihak menjadikan tahun kerja 2026 sebagai periode yang fokus, tenang, dan berorientasi hasil.
“Apa yang kita lakukan di PBSI bukan sekadar tugas organisasi, tetapi amanah untuk menjaga bulutangkis sebagai kebanggaan dan kegembiraan bangsa,” tutur Fadil.
Editor: Redaktur TVRINews




