Inara Rusli saat ini mendapat berbagai hujatan warganet karena keputusannya untuk tetap melanjutkan pernikahan siri dengan Insanul Fahmi, meski tahu bahwa Insanul sudah memiliki istri sah, Wardatina Mawa.
Gerakan cancel culture pun ramai disuarakan warganet dengan tak membeli barang memajang Inara sebagai model atau menonton film atau tayangan yang menguntungkan Inara.
Mengenai gerakan ini, Inara mengaku santai. Dia tak takut dengan persepsi publik terhadapnya dan lebih fokus menerapkan syariat Islam dalam hidup, salah satunya taat kepada suami.
"Jujur aja kalau hidup kita tolak ukurnya dari opini publik atau pendapat orang itu nggak ada habisnya. Padahal Allah udah menetapkan syariat Islam untuk kita taati, terutama dalam hal rumah tangga," ungkap Inara ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/1).
"Sebagai istri, bagaimanapun keadaan suami kita, kita harus taati. Apa yang orang lain katakan terhadap saya itu kan penilaian mereka, bukan berarti menentukan value saya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Inara sedari awal menegaskan tak bermaksud merebut Insanul dari Mawa. Dia tak tahu bahwa Insanul masih terikat pernikahan. Hal ini pun membuat Inara berkeyakinan bahwa dirinya bukan pelakor atau pelaku perselingkuhan.
"Kalau misalkan saya mengetahui sedari awal saudara Insan punya istri dan saya tetap melanjutkan pernikahan dalam kondisi saya tahu dia punya istri, mungkin bisa kalian bilang saya itu pelaku, tapi sedari awal saya tidak tahu," bebernya.
"Tapi bukan berarti saudara Insan juga berniat buruk untuk membohongi, untuk memulai hubungan ini dengan kebohongan. Ya bisa dibilang ada salah saya juga, saya tidak bertanya, saudara Insan juga tidak menjelaskan," sambung Inara.



