Jakarta, VIVA – Saham-saham sektor pertahanan global meroket setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan anggaran militer sebesar US$1,5 triliun atau sekitar Rp 25.123,5 trilun (estimasi kurs Rp 16.750 per dolar AS) untuk tahun anggaran 2027.
Trump menegaskan bahwa alokasi anggaran militer AS untuk tahun 2027 bukan US$1 triliun dolar sebagaimana yang telah diputuskan sebelumnya. Apalagi di masa-masa sulit dan berbahaya yang sedang dihadapi negara Paman Sam saat ini.
"Setelah negosiasi yang panjang dan sulit dengan para Senator, Anggota Kongres, Sekretaris, dan Perwakilan Politik terkait, anggaran militer kita untuk tahun 2027 seharusnya bukan 1 triliun dolar melainkan 1,5 triliun dolar,” tulis Trump dalam unggahan di TruthSocial pada Rabu malam waktu setempat yang dikutip dari CNBC Internasional.
- Getty Images/Matthias Merz
Ia menegaskan, penambahan dana sekitar US$500 miliar ini untuk mewujudkan 'Militer Impian' yang telah lama menjadi cita-cita AS. Dengan penguatan pasukan militer, kata Trump, mampu mewujudkan keamanan negara yang tidak terkalahkan dari negara manapun.
"Ini akan memungkinkan kita untuk membangun ‘Militer Impian’ yang telah lama menjadi hak kita dan lebih penting lagi akan menjaga kita tetap aman dan terjaga," lanjut Trump.
Pernyataan Trump mendorong pergerakan saham di sektor pertahanan melesar pada sesi perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Saham perusahaan pertahanan besar AS, seperti Northrop Grumman melonjak sekitar 6,8 persen.
Kenaikan pesat juga dicatatkan saham Lockheed Martin sebesar 6,7 persen dan RTX naik sebesar 5,4 persen. Saham Kratos Defense membukukan lompatan harga 6,6 persen setelah perdagangan berakhir.
Di Eropa, saham sektor pertahanan juga mencatat kenaikan. Indeks Stoxx Europe Aerospace & Defense naik sekitar 1,4 persen pada awal sesi perdagangan sejalan penguatan saham Renk dan Leonardo melonjak masing-masing lebih dari 4 persen sebelum mengalami koreksi moderat.
Beberapa saham di kawasan Asia turut merespons positif pernyataan Trump. Saham Mitsubishi Heavy naik sekitar 2,4 persen disusul lonjakan saham Bharat Electronics sekitar 0,3 persen.





