Diancam Trump, Pemimpin Sementara Venezuela Delcy Rodríguez: Tuhan Tentukan Nasib

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

PEMIMPIN sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menunjukkan sikap menantang dalam pidatonya baru-baru ini sebagaimana dilansir Latin Times, Kamis (8/1). Ia menegaskan bahwa tidak ada kekuatan asing yang memerintah negara itu. 

Ia menyampaikan itu beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pemerintahannya akan mengoordinasikan transisi politik Venezuela. Trump memperingatkan bahwa ia dapat menghadapi konsekuensi berat jika gagal mematuhi tuntutan AS.

"Kita memerintah di sini bersama rakyat. Pemerintah Venezuela memerintah negara kita, bukan orang lain. Tidak ada agen eksternal yang memerintah Venezuela," ujar Rodríguez di televisi pemerintah setelah melantik komisi ekonomi dan ketahanan pangan.

Menanggapi ancaman secara langsung, ia menambahkan, "Mereka yang mengancam saya, saya katakan ini dengan jelas. Nasib saya hanya ditentukan oleh Tuhan."

Rodríguez, yang dilantik pada Senin (5/1) setelah operasi yang dipimpin AS menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengatakan bahwa rakyat Venezuela sedang bergerak untuk menuntut pembebasan mereka. 

Trump mengatakan para pejabat senior, termasuk Marco Rubio, Pete Hegseth, Stephen Miller, dan JD Vance,akan mengawasi transisi. Ia menambahkan bahwa ia akan membuat keputusan akhir.

Komentar Rodriguez kontras dengan pesan lebih damai yang diterbitkan pada Minggu (3/1). Ia mendesak Washington bekerja sama dan menyerukan perdamaian dan dialog, bukan perang. 

Pada saat itu ia menyerukan hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati berdasarkan kedaulatan dan nonintervensi, terutama tanpa menyebutkan penahanan Maduro.

Pernyataan itu menyusul peringatan tajam dari Trump selama wawancara dengan The Atlantic. Ia mengatakan Rodríguez akan, "Membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro," jika ia tidak bertindak sesuai dengan harapan AS. 

Ia kemudian mengatakan bahwa ia, "Bersedia melakukan yang kami anggap perlu." Ia pun memberi sinyal bahwa tekanan akan terus berlanjut, termasuk kemungkinan tindakan militer lebih lanjut.

Menurut laporan Politico, para pejabat AS tmenyampaikan daftar tuntutan kepada Rodríguez, termasuk menindak tegas perdagangan narkoba, mengusir agen-agen Iran, Kuba, dan negara-negara musuh lain, serta menghentikan penjualan minyak kepada musuh-musuh AS. 

Para pejabat juga mengharapkan dia untuk memfasilitasi pemilihan umum pada akhirnya. Meskipun demikian, mereka menekankan bahwa belum ada jadwal yang pasti. (I-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OpenAI luncurkan ChatGPT Health sebagai ruang diskusi topik kesehatan
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG: Seluruh Kabupaten/Kota dan Wilayah Perairan Jatim Berpotensi Hujan Hari Ini
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bursa Asia Melemah, Indeks Saham Korsel Dibawa Meroket Samsung
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bank Kalsel Edukasi Generasi Muda Tentang Keamanan Transaksi Digital
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Minyak Menguat, Pasar Soroti Perkembangan Geopolitik Dunia
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.