KPK imbau anggota DPRD Bekasi Nyumarno untuk penuhi panggilan

antaranews.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno (NYO) untuk memenuhi panggilan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK).

“Kami mengimbau untuk penjadwalan pemeriksaan berikutnya agar bisa memenuhi panggilan penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (8/1).

Budi menjelaskan KPK mengimbau Nyumarno untuk memenuhi panggilan karena kehadirannya dibutuhkan guna melengkapi bukti-bukti awal yang sudah diperoleh lembaga antirasuah tersebut.

“Tentu KPK mengimbau kepada setiap pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan agar kooperatif, sehingga proses penyidikan juga bisa berjalan dengan efektif,” katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kesepuluh pada 2025 dan menangkap sepuluh orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 18 Desember 2025.

Pada 19 Desember 2025, KPK mengungkapkan sebanyak delapan dari sepuluh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk diperiksa secara intensif. Dua dari tujuh orang tersebut termasuk Ade Kuswara dan ayahnya, HM Kunang.

Pada tanggal yang sama, KPK mengumumkan menyita uang ratusan juta rupiah dalam kasus yang diduga terkait suap proyek di Kabupaten Bekasi.

Pada 20 Desember 2025, KPK mengumumkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK), ayah Bupati Bekasi sekaligus Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, HM Kunang (HMK), serta pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) sebagai tersangka kasus dugaan suap tersebut.

KPK mengatakan Ade Kuswara dan HM Kunang merupakan tersangka dugaan penerima suap, sedangkan Sarjan sebagai tersangka dugaan pemberi suap.

Baca juga: KPK dalami aliran uang kasus Ade Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

Baca juga: KPK panggil wakil ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi

Baca juga: KPK sebut pengembangan kasus Bekasi ke Eddy Sumarman lihat hasil pemeriksaan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamenkes Sebut Super Flu Bukan Virus Baru, 62 Kasus Terdeteksi Sampai Desember 2025
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Inara Rusli Ragukan Video Durasi 2 Jam yang Viral: Gak Jelas, Buram!
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Pemimpin Dunia Kecam Langkah Trump Tarik AS dari Pakta Iklim PBB
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Berstatus Wilayah Endemik, Kaltara Luncurkan Vaksinasi Dengue
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Polisi Langsung Analisis Barang Bukti
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.