BNPB Gelar OMC di Aceh, Sumut, dan Sumbar, 25 Sorti Dilakukan Sehari

tvrinews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Sumatra

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pos Pendamping Nasional melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan darurat pascabencana di tiga provinsi di Sumatra, Kamis, 8 Januari 2026.

Operasi penyemaian dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.

BNPB mencatat hingga pukul 16.30 WIB, total 25 sorti OMC telah dilaksanakan. Di Sumatera Utara, dua pesawat jenis fixed wings yang berbasis di Bandara Kualanamu melakukan enam sorti penyemaian dengan total bahan semai mencapai 6.000 kilogram. 

OMC ini ditujukan untuk mendukung percepatan penanganan darurat, seperti perbaikan jembatan dan jalan, normalisasi sungai, serta pembangunan hunian sementara.

Pantauan cuaca di Sumatera Utara menunjukkan hujan berintensitas ringan terjadi di wilayah Tapanuli Utara, Langkat, dan Mandailing Natal. Sementara itu, hujan lebat terpantau mengguyur Kabupaten Humbang Hasundutan.

Di Provinsi Aceh, OMC dilakukan sebanyak sembilan sorti. Berdasarkan pemantauan hingga sore hari, hujan ringan terjadi di Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. 

Hujan dengan intensitas sedang terpantau di Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur, sedangkan wilayah Aceh Tengah tidak terpantau hujan.

Operasi terbanyak dilakukan di Sumatra Barat dengan 11 sorti. Meski OMC berlangsung, hujan ringan masih terjadi di Solok, Kota Padang, dan kawasan hulu provinsi tersebut. Adapun wilayah Agam, Padang Pariaman, Padang Panjang, dan Pasaman Barat tidak terpantau hujan.

Operator OMC menyebutkan, banyak pertumbuhan awan lokal di sekitar wilayah prioritas yang berpotensi menimbulkan hujan. Namun, tidak seluruh awan tersebut dapat terdeteksi radar. 

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik dan anomali suhu muka laut positif di perairan barat Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif. 

Pertemuan angin dan mekanisme konvergensi memperkuat potensi hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Aceh.

BNPB juga menyesuaikan teknik penyemaian dalam operasi ini, mengingat kondisi topografi yang relatif tinggi di sebagian wilayah sasaran. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan ketinggian wilayah dan area operasi penerbangan.

Saat ini, Pos Pendamping Nasional mengoperasikan sembilan armada untuk OMC, terdiri atas empat unit di Aceh, tiga unit di Sumatera Barat, dan dua unit di Sumatera Utara. 

Selama sepekan terakhir, operasi modifikasi cuaca dilakukan selama 24 jam penuh guna mendukung penanganan darurat di ketiga provinsi tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkeu: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
• 52 menit lalukatadata.co.id
thumb
Aniaya Warga hingga Tewas, Oknum TNI AL dan 5 Sipil Resmi Jadi Tersangka
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Jumat ini harga emas Antam naik Rp7.000 jadi Rp2,577 juta per gram
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
NU dan Muhammadiyah Bilang Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Bagian Mereka, Ustaz Hilmi: Jadi yang Laporin Siapa?
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Malaysia Open: 5 Wakil Indonesia Akan Beraksi di Perempat Final
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.