Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menekankan pentingnya literasi finansial bagi para atlet Indonesia.
Ia meminta atlet mulai memikirkan tabungan dan perencanaan keuangan untuk masa depan, terutama ketika sudah tidak lagi aktif sebagai atlet profesional.
Menurut Erick, pengalaman negara lain menunjukkan bahwa atlet yang meraih prestasi mampu menyiapkan masa depan mereka dengan baik melalui perencanaan finansial yang matang.
“Para atlet ini, semua yang di sebelah (negara lain) pada dapat emas pada nabung untuk masa depan mereka. Jadi ini yang kami juga tekankan. Saya sama Pak Wamen (Taufik Hidayat), apalagi beliau juga bekas atlet ya, peraih medali emas Olimpiade, jalur karier nanti kita akan mulai rapatkan di Kemenpora,” kata Erick dilansir Jumat (9/1/2026).
Erick menjelaskan, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mulai mematangkan pembahasan mengenai jenjang karier atlet setelah masa aktif bertanding berakhir. Namun, ia mengakui bahwa saat ini Kemenpora masih fokus menjalankan berbagai program prioritas.
“Jenjang karier atlet ya. Ini yang kami mesti mulai berpikir mungkin tahun depan, karena tahun ini Kemenpora sudah 28 program,” imbuhnya.
Sebelumnya, Erick juga telah mengingatkan bahwa masa karier atlet relatif singkat. Oleh karena itu, bonus yang diterima atlet dari ajang SEA Games Thailand 2025 sebaiknya dikelola dengan bijak dan diinvestasikan ke aset-aset produktif, pendidikan, serta asuransi kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan penyediaan dana pensiun bagi atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Erick pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada insan olahraga nasional, tidak hanya melalui bonus prestasi, tetapi juga dengan menyiapkan program dana pensiun bagi atlet dan pelatih berprestasi.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468601/original/045361200_1767960428-0S6A9868.jpg)