Penulis: Firman
TVRINews, Babel
Sebanyak 18 rumah warga di Lingkungan Pepabri, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, terendam banjir setelah hujan berintensitas sedang hingga tinggi mengguyur kawasan tersebut. Luapan air berasal dari sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan kerugian materi serta dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
Banjir di Lingkungan Pepabri bukan kejadian pertama. Warga menilai buruknya fungsi drainase telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setiap hujan lebat, air kerap meluap dan masuk ke dalam rumah warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangka, Rumansyah, menyampaikan kondisi genangan air yang terpantau di sejumlah lokasi.
"Genangan air yang menimpa Kabupaten Bangka ini, untuk saat ini terpantau ada di seputaran Kelurahan Opas Indah, di permukiman Kampung Seberang, dan beberapa tempat lain yang mungkin tingkatannya rendah. Kami meminta dari pihak kelurahan, Kepala Lingkungan (Kaling), dan RT agar semua segera dipindahkan atau diamankan. Untuk saat ini situasi masih aman, dan masyarakat masih bertempat tinggal di rumahnya masing-masing," jelas Rumansyah, Kamis, 8 Januari 2026.
Keluhan juga disampaikan warga terdampak yang merasa kondisi ini terus berulang tanpa solusi menyeluruh.
"Masalah drainase ini sudah menahun. Akibat sistem yang buruk, air langsung meluap. Kondisi ini sangat mengganggu, merugikan secara materi, dan kami khawatir akan keselamatan serta kesehatan keluarga," ujar salah satu warga.
Masyarakat setempat menilai seringnya banjir menjadi gambaran belum optimalnya penanganan infrastruktur dasar di wilayah permukiman tersebut. Warga berharap adanya perbaikan drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Editor: Redaktur TVRINews




