Jakarta, tvOnenews.com - Pemain midlaner ONIC Esports, Gilang Sanz, menatap ajang M7 World Championship dengan motivasi besar untuk mengantarkan timnya meraih gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang.
Turnamen M7 World Championship dijadwalkan berlangsung pada 10–25 Januari di Jakarta dan akan menjadi panggung pembuktian bagi tim-tim terbaik dari berbagai negara, termasuk ONIC Esports sebagai salah satu wakil Indonesia.
Sanz mengaku motivasi terbesarnya datang dari keluarga. Hal itu selalu ia ingat setiap kali melangkah ke atas panggung pertandingan.
“Saya selalu ingat ‘saya datang ke Jakarta ini tujuannya untuk apa’. Jadi saya selalu teringat orang tua, bahwa saya ke Jakarta ini harus bawa hasil yang mewah lah buat keluarga,” kata Sanz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, mengingat keluarga membuatnya terus terpacu untuk berkembang dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang sudah diraih.
“Ketika ingat keluarga, membuat saya ingin buktikan ke semua orang bahwa saya lebih baik dari siapa pun, bisa improve di setiap hari dan setiap turnamen, dan tidak cepat puas,” ujarnya.
Sanz merupakan salah satu pemain paling senior di dalam skuad ONIC Esports. Ia telah membela tim berjuluk Landak Kuning itu sejak M3 World Championship dan menjadi bagian penting dari konsistensi ONIC di ajang M-Series.
Midlaner berusia 22 tahun tersebut tercatat selalu tampil bersama ONIC pada M3, M4, hingga M5 World Championship, sekaligus menjadi tulang punggung tim di kompetisi domestik maupun internasional.
ONIC Esports sendiri dikenal sebagai salah satu tim Indonesia yang paling konsisten tampil di panggung dunia. Bersama Sanz, ONIC beberapa kali bersaing ketat dengan tim-tim terbaik dunia dan nyaris meraih gelar juara.
Meski telah mengoleksi tujuh gelar MPL Indonesia dan satu trofi Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC), Sanz menilai pencapaian tersebut belum sepenuhnya memuaskan.
Gelar juara dunia M-Series masih menjadi ambisi terbesar yang ingin ia persembahkan bersama ONIC Esports.
Motivasi kuat tersebut tak lepas dari perjalanan karier Sanz yang penuh perjuangan. Pemain bernama asli Gilang itu merantau dari Makassar ke Jakarta pada 2019 saat berusia 16 tahun dengan restu orang tua demi mengejar mimpi sebagai atlet esports profesional.




