REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Koperasi menyatakan kesiapan untuk mendukung pemulihan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya anggota koperasi, di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah fase tanggap darurat berakhir.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan bahwa kementerian siap memainkan peran strategis dalam membantu koperasi yang terdampak bencana agar dapat melanjutkan operasinya. "Kami akan terus memberikan bantuan, terutama bagi koperasi di ketiga wilayah tersebut," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Kamis.
Berdasarkan data awal dari kementerian, banjir dan tanah longsor telah mempengaruhi 19 koperasi yang sudah ada dan 27 Koperasi Desa Merah Putih di Aceh. Di Sumatera Utara, terdapat sembilan koperasi yang sudah ada dan 20 Koperasi Desa Merah Putih yang terdampak. Sementara itu, di Sumatera Barat, tujuh koperasi yang sudah ada dan sembilan Koperasi Desa Merah Putih juga terkena dampak.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Farichah menambahkan bahwa percepatan pembangunan outlet, gudang, dan fasilitas pendukung untuk koperasi desa menjadi salah satu prioritas kementerian. Usaha ini akan dilakukan melalui skema cash-for-work, memungkinkan penduduk lokal untuk berpartisipasi dalam proses rehabilitasi sambil mendapatkan penghasilan langsung.
Pelatihan dan Dukungan Keuangan
Sebagai tambahan, kementerian sedang mempersiapkan program pelatihan keterampilan untuk anggota koperasi yang sebelumnya mengelola usaha produktif. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan aktivitas bisnis koperasi desa.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Terkait pembiayaan, Farichah menyebutkan bahwa Lembaga Pengelola Dana Bergulir memberikan keringanan kredit bagi koperasi terdampak bencana yang sebelumnya telah menerima pinjaman, termasuk masa tenggang satu tahun untuk pembayaran kembali pinjaman.
Selain itu, Kementerian Koperasi telah mendirikan pos pelayanan koperasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Agam. Pos ini berfungsi sebagai pusat konsultasi, distribusi bantuan logistik, dan pendampingan bisnis.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.



