Jakarta, tvOnenews.com - Akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Amirullah Setya Hadi mengatakan jika ekonomika koperasi terbilang relevan dan strategis untuk dapat menjadi mata kuliah wajib ataupun piliha di pendiikan tinggi.
Sebab, kata Amirullah, koperasi terbilang soulsi dari kesenjangan ekonomi mengingat lahir dari konidi sosial-ekonomi yang timpang.
“Gelombang koperasi konsumen yang berkembang merupakan bagian dari visi yang lebih luas, di mana kebutuhan sosial dapat dipenuhi melalui tindakan koperasi,” kata Amirullah dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di IKOPIN University bekerja sama dengan ADEKMI dan FORKOPI, Kamis (8/1/2026).
Amirullah menuturkan sosial-ekonomi yang dimaksud dalam koperasi yakni ketika pekerja menghadapi kondisi kerja yang buruk dan daya beli yang rendah.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong tindakan kolektif melalui koperasi higga awal koperasi dibangun atas prinsip kejujuran dan demokrasi ekonomi.
“Mereka kemudian memutuskan untuk menghimpun sumber daya yang terbatas dan bekerja bersama untuk menyediakan barang dengan harga murah,” kata Amirullah.
“Para perintis memutuskan untuk melayani pembeli dengan kejujuran, keterbukaan, dan rasa hormat,” sambungnya.
Di sisi lain, Amirullah mnegungkap bahwa relevansi mata kuliah koperasi tidak hanya terletak pada aspek usaha tetapi juga pada nilai yang dikembangkan.
Sebab, kata ia, koperasi tidak menjadikan laba sebagai satu-satunya tujuan.
“Nilai yang dikembangkan adalah moralitas dalam berkegiatan ekonomi. Tidak sepenuhnya menjadikan profit sebagai satu-satunya fungsi tujuan dalam melakukan kegiatan produksi atau usaha,” katanya.
Dalam konteks pendidikan tinggi, Amirullah menilai koperasi memiliki posisi strategis.
Menurut Amirullah, pengajaran koperasi perlu dipahami dalam kerangka perkembangan sosial enterprise.
Ia menambahkan, model pembelajaran koperasi harus bersifat aplikatif dan kontekstual.
“Evolusi sosial enterprise perlu dipahami agar koperasi tetap menjadi badan usaha yang bertujuan memenuhi kebutuhan anggota berdasarkan prinsip koperasi. Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui project based learning, cooperative learning, serta kunjungan langsung ke koperasi dan komunitas,” katanya.(raa)



