Pantau - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghadiri pertemuan perdana Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Turkiye-Malaysia di Ankara pada Rabu, 7 Januari 2026, dan sepakat memperdalam kolaborasi di berbagai sektor penting seperti pertahanan dan perdagangan.
Komitmen Bersama di Bidang Pertahanan dan PerdaganganPertemuan ini menandai langkah awal pembentukan dewan kerja sama yang telah disepakati sejak kunjungan Erdogan ke Kuala Lumpur pada Februari tahun lalu.
Dalam konferensi pers bersama, Erdogan menyatakan pendekatan saling menguntungkan menjadi dasar hubungan kedua negara.
"Turkiye akan terus mengkaji langkah-langkah bersama yang dapat diambil dengan Malaysia di bidang industri pertahanan," ungkapnya.
Kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan bilateral yang mencakup pendidikan tinggi, investasi, pembiayaan ekspor, penelitian, industri perkapalan, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Erdogan menyebut Malaysia sebagai mitra dagang terbesar Turkiye di kawasan ASEAN dan menegaskan bahwa kedua negara telah memiliki perjanjian perdagangan bebas.
Ia juga menambahkan, "Dalam kerangka kerja inisiatif 'Back to Asia' yang kami umumkan pada 2019, kami memberikan perhatian khusus pada kerja sama kami dengan negara-negara di kawasan dan ASEAN."
Dukungan Internasional dan Perluasan Hubungan BilateralPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan sepakat bahwa hubungan bilateral perlu diperluas lebih dari sekadar perdagangan.
Ia menyoroti pentingnya kerja sama pertahanan antara Malaysia dan Turkiye sebagai bagian dari penguatan strategi keamanan regional.
Dalam isu internasional, Anwar menegaskan kembali dukungan Malaysia terhadap upaya Turkiye dalam menangani tantangan global, termasuk dalam isu Palestina dan situasi kemanusiaan di Gaza.
Dukungan ini dikonfirmasi melalui laporan kantor berita nasional Malaysia, Bernama.



