REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di enam kabupaten pada tahun 2026. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr Nursyamsi Rahim, menyatakan hal ini dalam pertemuan koordinasi program TBC tingkat provinsi di Mamuju.
Pertemuan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan dari enam kabupaten di Sulbar dan bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan program TBC tahun 2026. Nursyamsi mengungkapkan bahwa tahun 2026 adalah periode yang menantang bagi program TBC, terutama karena perubahan dan potensi penghentian pembiayaan dari Global Fund, termasuk untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan pengiriman spesimen.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk mengatasi tantangan ini, Nursyamsi menekankan pentingnya mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif seperti BPJS Kesehatan, APBD provinsi dan kabupaten, serta pemanfaatan DAK Non-Fisik (BOK) secara tepat agar layanan TBC tetap berkelanjutan. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program TBC tahun 2025, mengingat berbagai upaya penemuan kasus dan pengobatan yang telah dilakukan masih memerlukan penguatan.
Sejalan dengan misi Sulbar Maju dan Sejahtera serta agenda nasional eliminasi TBC tahun 2030, Nursyamsi menyatakan komitmen untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, akses pengobatan, dan mengurangi stigma terhadap pasien TBC. Selain itu, pengelolaan logistik TBC juga menjadi perhatian penting untuk memastikan distribusi obat dan alat diagnostik yang tepat.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) hingga November 2025, capaian penemuan kasus TBC di Sulbar mencapai 64,3 persen dari total estimasi 5.051 kasus. Kabupaten Mamuju mencatat capaian tertinggi dengan 97,4 persen, diikuti oleh Majene dan Pasangkayu dengan masing-masing 72,4 persen dan 68,1 persen. Sementara itu, beberapa kabupaten masih di bawah target, seperti Polewali Mandar dengan 60,7 persen, Mamuju Tengah 56,3 persen, dan Mamasa 19,3 persen.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




