Jakarta, tvOnenews.com - Terdakwa perkara peredaran narkotika Ammar Zoni, mengaku dapat intimidasi dan kekerasan fisik. Dalam persidangan terakhir, Ammar mengaku mengalami pemukulan dan penyetruman oleh oknum penyidik Polsek Cempaka Putih sehingga Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat dianggap berada di bawah tekanan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Cempaka Putih, Komisaris Polisi Pengky Sukmawan, menegaskan tudingan itu tidak benar.
“Berdasarkan keterangan daripada penyidik, hal yang disampaikan saudara Ammar Zoni itu tidak betul. Sudah dilakukan pemeriksaan juga (oleh) Paminal Polda. Tidak terbukti berdasarkan keterangan dari penyidik saya,” ujar Pengky, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.
Saat ditanya lebih lanjut apakah benar tidak ada kekerasan fisik dan intimidasi, Pengky menegaskan.
“Iya, intimidasi dan pemerasan enggak ada. Kalaupun nanti ada pemeriksaan lanjutan, ya silakan. Sedangkan untuk pembuktiannya kan kalau itu kan ada visum et repertum pastinya kalau kekerasan kan? CCTV, CCTV itu miliknya Rutan, bukan Polsek. Jadi kalau mau dibuka ya Rutan, bukan Polsek," tutur Pengky.
Kompol Pengky juga memastikan bahwa seluruh pemeriksaan enam terdakwa dilakukan di Rutan Salemba.
“Di Rutan, betul, di Rutan. Jadi tidak keluar sama sekali (dari rutan),” ujarnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Pengky juga membantah soal isu pemerasan senilai Rp300 juta.
“Enggak ada sih. Silakan cek rekening anggota masing-masing yang memang penyidiknya itu. Silakan saja kan dari pihak ini kan, dari pihak Paminal kan bisa cek seperti itu buktinya kan. Ada enggak aliran dana mengalir? Gitu aja sih. Maksudnya itu biar tidak bias ke mana-mana," katanya.
Ia pun membuka kemungkinan pemeriksaan ulang oleh pihak berwenang demi menjaga transparansi dan nama baik institusi.
“Silakan terbuka kok kita kok. Kan kita kan punya atasan. Ada Kapolres, ada Kapolda. Ya kalau memang demi citra nama baik kami, ya kan, demi nama baik Polri, ya memang kami bekerja saat itu memang ya lurus sih, kan begitu ya kan. Ya silakan dilakukan pemeriksaan. Saya tidak menutup diri. Kenapa saya berani bilang seperti ini? karena anak buah saya sudah dipanggil ke Polda, sudah dilakukan pemeriksaan, makanya saya tanya apa hasilnya? Oh, tidak terbukti,” tutur Pengky.


