Band rock legendaris ZZ Top akhirnya mengonfirmasi rumor lama yang selama puluhan tahun beredar di kalangan penggemar musik dunia.
Grup asal Texas itu mengaku pernah ditawari bayaran jutaan dolar oleh perusahaan pisau cukur Gillette untuk mencukur janggut ikonik mereka, namun tawaran tersebut dengan tegas ditolak.
Selama bertahun-tahun, ZZ Top dikenal luas lewat penampilan khas berupa janggut panjang yang melekat pada hampir seluruh personelnya.
Ironisnya, satu-satunya anggota yang justru tidak berjanggut adalah sang drummer, Frank Beard. Citra visual tersebut kemudian menjadi identitas yang tak terpisahkan dari perjalanan karier mereka.
Dalam wawancara terbarunya di podcast Mohr Stories, vokalis sekaligus gitaris Billy Gibbons mengungkap bahwa tawaran itu datang pada era 1980-an.
Gillette, menurut Gibbons, siap membayar masing-masing anggota band sebesar 1 juta dolar AS dengan satu syarat utama yakni janggut mereka harus dicukur di depan kamera televisi.
"Mereka menyangkalnya. Tapi itu satu juta dolar per orang." kata Gibbons.
Cerita tersebut semakin menarik ketika Gibbons mengungkap bahwa ia sempat berkonsultasi dengan humasnya, Bob Merlis, setelah mendengar kabar tawaran fantastis itu.
Alih-alih langsung tergoda, Merlis justru memberikan jawaban bernada peringatan yang kemudian menjadi penentu keputusan band.
"Uangnya bagus, sebaiknya kau pertimbangkan untuk melakukannya... tapi aku tidak yakin kalian semua tahu apa yang ada di baliknya," ujar Gibbons mengutip ucapan Merlis.
Seperti disoroti Loudwire, gaya khas ZZ Top sebenarnya telah terbentuk sejak awal perjalanan mereka.
Band ini dibentuk pada akhir 1960-an dan menjalani tur intensif hingga pertengahan 1970-an.
Janggut panjang yang kini menjadi simbol global itu awalnya tidak direncanakan sebagai strategi pencitraan.
Dalam wawancara sebelumnya dengan The Big Interview, Gibbons menjelaskan alasan sederhana di balik keputusan menumbuhkan janggut.
Menurutnya, hal itu bermula dari kebiasaan sepele yang kemudian berkembang menjadi identitas.
"Satu kata, malas. Kami memulai ZZ Top pada tahun 1969. Kami terus berkarya tanpa henti hingga tahun peringatan dua abad kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun '76," ujar Gibbons.
"Pada saat itu, kami sedang mempertimbangkan undangan untuk bergabung dengan Warner Bros. Group," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya dan mendiang bassist Dusty Hill awalnya menumbuhkan janggut sebagai bentuk penyamaran.
Namun, tanpa disadari, tampilan tersebut justru berubah menjadi ciri khas yang melekat kuat hingga puluhan tahun kemudian.
Kini, Janggut legendaris itu pun tetap bertahan, membuktikan bahwa bagi ZZ Top, identitas jauh lebih bernilai daripada sekadar uang.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442589/original/065108700_1765545595-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-46.jpg)
