JAKARTA, KOMPAS.TV - Kreator konten Ramond Dony Adam atau DJ Donny membantah teror yang dialaminya merupakan settingan atau rekayasa untuk tujuan menaikkan follower di media sosialnya.
DJ Donny mengaku sudah banyak memiliki follower atau pengikut di media sosial Instagram sebelum ada kejadian teror yang dialaminya.
"Sebelum ada teror ini, sebelum ada pelemparan bom molotov follower saya sudah banyak, saya enggak bakal, enggak bakal mengeksploitasi juga, saya pengen pansos, enggak juga," katanya dalam program Rosi Kompas TV yang tayang pada Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Kreator Konten Ramond Dony Adam Tidak Menyangka Jadi Sasaran Teror hingga 2 Kali
Apalagi, lanjut DJ Donny, teror yang dialaminya bukan sekadar surat kaleng berisi ancaman pembunuhan, tetapi juga pelemparan bom molotov.
"Siapa sih mau dilempar bom molotov ke rumahnya, istri saya lagi hamil 7 bulan loh, enggak ada yang mau dilempar bom molotov," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan bom molotov berpotensi bukan hanya membahayakan dan merugikan dirinya, tetapi juga lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
"Bukan hanya saya yang dirugikan kalau sampai terbakar, tapi tetangga," ucap DJ Donny.
Baca Juga: Feri Amsari Ragukan Praktik Laporan Penghinaan di KUHP Baru: Polisi dan Jaksa kan Anak Buah Presiden
"Rumah saya itu padat penduduk, Mbak. Jalan cuma satu mobil, padat penduduk, kalau itu meledak benar-benar kena tembok, terus kena mobil, itu kebakar, itu mungkin (kalau meledak) keluarga saya dengan saya sudah enggak ada."
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ramond deny adam
- dj dony
- teror bom molotov
- follower dj dony
- kritik keras dj dony




