Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meleset Dari Target APBN

kompas.id
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 diperkirakan menguat, meski secara tahunan masih sedikit di bawah target APBN 2025. Pemerintah menilai perbaikan kinerja ekonomi pada triwulan terakhir menjadi sinyal bahwa fase perlambatan mulai terlewati.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai sekitar 5,45 persen. Dengan proyeksi tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,12 persen, sedikit meleset dari target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

Baca JugaDefisit APBN 2025 Melebar hingga Nyaris 3 Persen, Risiko Pembiayaan Meningkat

Menurut Purbaya, capaian tersebut merupakan akumulasi dari laju pertumbuhan ekonomi yang berfluktuasi sepanjang tahun. “Mungkin pada triwulan IV 2025 juga di atas 5 persen, kira-kira 5,45 persen. Di bawah janji saya, tetapi lumayan masih lebih tinggi dari triwulan-triwulan sebelumnya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi nasional bergerak tidak merata. Pada triwulan I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 4,87 persen, kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada triwulan II-2025. Namun, laju pertumbuhan kembali tertahan di level 5,04 persen pada triwulan III-2025.

Purbaya mengakui, proyeksi pertumbuhan pada triwulan IV-2025 tersebut masih berada di bawah target optimistis yang sebelumnya ia sampaikan, yakni di kisaran 5,7–6 persen. Meski demikian, ia menilai kinerja ekonomi pada triwulan terakhir tetap menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut dia, tren pertumbuhan yang menguat pada akhir tahun menjadi indikasi penting bahwa momentum pembalikan arah ekonomi telah terjadi. Fundamental ekonomi domestik dinilai mulai menemukan pijakan yang lebih kuat untuk menopang pertumbuhan ke depan.

“Yang jelas, momentum pembalikan arah ekonomi sudah terjadi. Jadi, ke depan pertumbuhan seharusnya akan lebih baik,” ujarnya.

Morat-marit

Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut melebar dibandingkan target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 2,53 persen dari PDB atau Rp 616,2 triliun.

Purbaya menyatakan, pelebaran defisit merupakan langkah pemerintah untuk menjaga perekonomian domestik tetap bergerak. Menurut dia, pemerintah sebenarnya dapat menekan defisit hingga nol persen dengan memangkas belanja negara. Namun, langkah tersebut berisiko terhadap perekonomian.

“Sebenarnya kalau saya buat nol defisit juga bisa, saya potong anggarannya, tapi ekonominya morat-marit,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, meski defisit melebar, posisi fiskal tetap dijaga di bawah batas 3 persen dari PDB. Dengan demikian, perekonomian dapat terus bertumbuh tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal negara.

“Walaupun menggelembung, kita pastikan di bawah tiga persen. Ini standar Maastricht Treaty yang paling ketat,” katanya.

Purbaya menambahkan, pemerintah tidak memangkas belanja negara meskipun realisasi pendapatan masih berada di bawah target. Defisit APBN mencerminkan kondisi belanja negara yang lebih besar dibandingkan pendapatan, sebagai bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan, di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid.

Pemerintah, kata Haryo, terus menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. “Sepanjang 2025, pemerintah secara konsisten menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga, sehingga perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid di tengah tantangan global,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis.

Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 terjaga di kisaran 5 persen, dengan capaian pada triwulan III 2025 sebesar 5,04 persen secara tahunan. Dari sisi skala ekonomi, PDB nominal Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 1.396,30 miliar dollar AS, sementara PDB berdasarkan paritas daya beli (PPP) mencapai 4,10 triliun dollar AS, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 dunia.

Stabilitas ekonomi makro

PDB per kapita Indonesia juga terus meningkat dan mencapai Rp 78,62 juta atau setara 4.960,33 dollar AS. Stabilitas ekonomi makro tetap terjaga, tercermin dari inflasi yang berada dalam sasaran 1,5 persen - 3,5 persen dan tercatat sebesar 2,72 persen secara tahunan pada November 2025.

Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Nilai tukar rupiah juga relatif stabil di kisaran Rp 16.785 per dollar AS pada Desember 2025.

Dalam rilis terpisah, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada dalam kisaran 4,7–5,5 persen dan meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada 2026. Bank sentral menilai, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2025 membaik, didukung belanja sosial pemerintah serta meningkatnya keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi tersebut mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang.

Investasi, terutama nonbangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tercermin dari ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur. Namun, permintaan domestik masih perlu diperkuat mengingat kinerja ekspor diperkirakan melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke Amerika Serikat serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit ke India.

Secara sektoral, sejumlah lapangan usaha utama, seperti industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum, menunjukkan kinerja yang tetap positif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usai Nataru, Harga Cabai dan Ayam di Pasar Ciputat Mulai Turun
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tahapan Seleksi PPPK Kementerian HAM 2025, Ini Jadwalnya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
DPRD Jatim Minta Pemprov Siapkan Program untuk Antisipasi Penurunan Nilai Tukar Petani
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Media Italia Sentil Jay Idzes Usai Blunder Sassuolo Kontra Juventus: Dia Menodai Penampilan yang Cukup Baika
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Bunga KUR Korban Bencan 0% Selama 2026, 2028 Balik ke 6%
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.