Bursa saham Asia cenderung menguat pada Jumat (9/1/2026) seiring investor menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).
IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung menguat pada Jumat (9/1/2026) seiring investor menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).
Menurut data pasar, pukul 09.22 WIB, Indeks Nikkei 225 naik 0,98 persen, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 0,58 persen. Indeks saham Jepang memutus tren pelemahan dua hari berturut-turut seiring meredanya kekhawatiran terkait sengketa dengan China.
Mengutip Trading Economics, sentimen membaik setelah China menyatakan bahwa kebijakan pengendalian ekspor barang penggunaan ganda ke Jepang tidak akan memengaruhi penggunaan sipil.
Beijing menegaskan, perusahaan yang menjalankan perdagangan sipil secara normal tidak perlu khawatir.
Dari dalam Negeri Sakura, belanja rumah tangga Jepang secara tak terduga meningkat pada November.
Kenaikan ini ditopang oleh pembelian terkait musim dingin serta meredanya tekanan inflasi, sehingga membantu menopang konsumsi.
Hang Seng Hong Kong juga mendaki 0,19 persen, KOSPI Korea Selatan terkerek 0,21 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,15 persen.
Berbeda, STI Singapura melemah tipis 0,05 persen.
Dari AS, data menunjukkan jumlah warga yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran naik moderat pekan lalu.
Hal ini mengindikasikan pemutusan hubungan kerja masih relatif rendah di akhir 2025, meski permintaan tenaga kerja tetap lesu.
Pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) ahun ini.
Namun, bank sentral yang terbelah pandangannya itu mengindikasikan pada Desember lalu hanya satu kali pemangkasan pada 2026.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Laporan ketenagakerjaan AS untuk Desember yang dirilis Jumat akan menjadi perhatian utama.
Di Wall Street, indeks S&P 500 ditutup mendatar.
Sektor teknologi menjadi yang tertekan paling dalam di antara sektor S&P 500, sementara sektor energi mencatat penguatan terbesar. Indeks saham global tercatat sedikit melemah.
“Ada banyak potensi hambatan di luar sana, tetapi sejauh ini kita tampaknya mampu menghindarinya,” kata partner Cherry Lane Investments, sebuah family investment office di New Vernon, New Jersey, Rick Meckler, dikutip Reuters.
“Kami terus melihat rotasi antar sektor, tetapi pada dasarnya investor tetap bersikap konstruktif dan positif.”
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,55 persen ke level 49.266,11. Indeks S&P 500 bertambah 0 0,01 persen menjadi 6.921,46, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,44 persen ke 23.480,02. (Aldo Fernando)




