Asal Usul Jin Menurut Islam: Diciptakan sebelum Adam dari Api Samum

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

KEBERADAAN makhluk gaib sering kali menjadi misteri yang memancing rasa ingin tahu manusia. Dalam ajaran Islam, jin bukanlah mitos atau dongeng semata, melainkan entitas nyata yang diciptakan Allah SWT sebagai mukallaf (makhluk yang diberi beban syariat), sama seperti manusia. Namun, banyak kesalahpahaman mengenai bagaimana dan kapan sebenarnya mereka diciptakan.

Merujuk pada dalil-dalil Al-Qur'an dan penjelasan para ahli tafsir terpercaya (seperti Ibnu Katsir), berikut adalah kajian mendalam mengenai asal usul penciptaan jin yang wajib diketahui setiap Muslim.

1. Bahan Baku: Apa itu 'Marij min Nar'?

Jika manusia pertama (Nabi Adam AS) diciptakan dari tanah liat kering (shalshal) yang berasal dari lumpur hitam, jin memiliki materi dasar yang jauh berbeda. Al-Qur'an menjelaskan secara spesifik bahwa jin diciptakan dari unsur api.

Baca juga: Apa Perbedaan Mendasar Jin, Iblis, dan Setan dalam Islam

Dalam QS. Ar-Rahman ayat 15, Allah berfirman:

"Dan Dia menciptakan jin dari nyala api (marij min nar)."

Para ulama tafsir, seperti Ibnu Abbas dan Mujahid, menjelaskan makna marij min nar sebagai lidah api yang murni atau bagian ujung/pucuk api yang menyala-nyala dan tidak bercampur dengan asap. Sifat api ini labil, panas, dan selalu bergerak, yang kemudian tercermin dalam sifat dasar bangsa jin yang cenderung tidak stabil (emosional) dan memiliki kecepatan gerak yang tinggi.

Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya

Selain itu, dalam QS. Al-Hijr ayat 27, Allah menggunakan istilah lain:

"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (nar as-samum)."

Istilah Samum merujuk pada angin atau hawa yang sangat panas yang bisa menembus pori-pori tubuh. Ini menunjukkan betapa halusnya namun dahsyatnya materi penyusun tubuh jin, sehingga mereka tidak terlihat oleh mata kasar manusia namun bisa masuk ke dalam aliran darah manusia (sebagaimana disebutkan dalam Hadis Shahih).

Baca juga: Mengenal 20 Sifat Wajib Allah serta Arti, Dalil, dan Lagunya

2. Kronologi: Penghuni Bumi 2.000 Tahun sebelum Manusia

Banyak yang bertanya, siapa yang lebih dulu menghuni bumi? Al-Qur'an menegaskan bahwa bangsa jin diciptakan dan menghuni bumi jauh sebelum manusia pertama diciptakan. Hal ini tersurat dalam frasa "min qablu" (sebelum itu) pada surat Al-Hijr ayat 27 di atas.

Dalam kitab sejarah dan tafsir klasik Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, disebutkan sebuah riwayat (atsar) dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA mengenai estimasi waktu tersebut:

"Jin diciptakan 2.000 tahun sebelum penciptaan Adam. Mereka (kemudian) menumpahkan darah di muka bumi, maka Allah mengutus tentara malaikat untuk mengusir mereka ke pulau-pulau di lautan..."

Periode ribuan tahun ini diwarnai dengan kerusakan dan peperangan antar golongan jin. Inilah yang menjadi latar belakang pertanyaan kritis para Malaikat ketika Allah hendak menciptakan manusia, sebagaimana terekam dalam QS. Al-Baqarah ayat 30:

"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah...?"

Para mufassir menyimpulkan bahwa kekhawatiran malaikat tersebut bukan karena mereka mengetahui masa depan, melainkan berkaca (qiyas) pada pengalaman mereka melihat perilaku bangsa jin yang telah lebih dulu membuat kerusakan di bumi.

Baca juga: 20 Sifat Mustahil bagi Allah, Arti dan Penjelasannya

3. Bapak Moyang Jin: Al-Jann

Sebagaimana Adam AS adalah bapak seluruh manusia (Abul Basyar), bangsa jin juga memiliki nenek moyang. Dalam Al-Qur'an, nenek moyang jin ini disebut sebagai Al-Jann.

Perlu dibedakan antara Al-Jann (bapak moyang jin) dengan Iblis. Meskipun Iblis berasal dari golongan jin, Iblis adalah salah satu oknum keturunan jin yang hidup di masa setelahnya.

Silsilah teologisnya dapat dipahami sebagai berikut:

  • Al-Jann: Makhluk pertama dari bangsa jin yang diciptakan langsung dari api samum (setara Adam bagi manusia).
  • Jin: Keturunan Al-Jann yang berkembang biak di bumi (ada yang mukmin, ada yang kafir).
  • Iblis: Salah satu jin yang hidup di masa lalu, yang karena kesalehannya sempat diangkat derajatnya ke langit bersama para malaikat, namun kemudian dilaknat karena sombong menolak sujud pada Adam.
4. Tujuan Penciptaan

Meskipun berbeda materi dasar dan waktu penciptaan, tujuan eksistensi jin sama persis dengan manusia. Mereka tidak diciptakan untuk menakut-nakuti manusia atau menjadi "hantu", melainkan untuk beribadah.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Oleh karena itu, di kalangan jin juga terdapat nabi-nabi (yang menerima seruan dari Rasul manusia), ulama, ahli ibadah, hingga pelaku maksiat. Mereka memiliki agama, kelompok, dan aliran layaknya masyarakat manusia.

Kesimpulan

Memahami asal usul jin menyadarkan kita bahwa manusia adalah "pendatang baru" di bumi yang menggantikan kepemimpinan bangsa sebelumnya yang gagal menjaga amanah. Jin diciptakan dari api yang sangat panas, hidup ribuan tahun sebelum Adam, dan memiliki kewajiban ibadah yang sama dengan kita.

Sebagai Muslim, kita wajib mengimani keberadaan mereka sebagai makhluk Allah yang gaib, tanpa perlu takut berlebihan, karena derajat manusia yang beriman sejatinya lebih mulia di sisi Allah SWT.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Turun Tangan, Pasar Jaya Diminta Bereskan Sampah Mengunung di Pasar Induk Kramat Jati
• 8 jam laludisway.id
thumb
Profil Nick Woltemade, Sang ‘Hero’ yang Bantu Jerman Lolos Piala Dunia 2026
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Membanggakan, Diwakili Kasatpol PP Sulsel Umumkan IPKKU Peringkat Tiga Nasional
• 20 jam laluharianfajar
thumb
KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
AS Mundur dari Pakta Iklim Global, Apa Dampaknya Bagi Dunia?
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.