JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan akan segera melakukan evaluasi terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Langkah tersebut diambil menyusul adanya penurunan realisasi investasi sektor ESDM sepanjang 2025, khususnya di subsektor ketenagalistrikan.
BACA JUGA:Sudah 200 Hari Ditahan, Kuasa Hukum: Tersangka Kasus Satelit Kemhan Wajib Dikeluarkan dari Tahanan!
BACA JUGA:Jelang El Clasico Persib vs Persija: Latihan Resmi Ditiadakan, Macan Kemayoran Gunakan Rantis
Kepastian evaluasi itu disampaikan Bahlil usai memaparkan capaian kinerja sektor ESDM tahun 2025 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2025.
"Habis ini saya mau rapat dengan PLN," sebut Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa pemanggilan PLN dilakukan untuk mengulas kinerja investasi selama 2025 yang mengalami koreksi dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan paling terasa terjadi pada sektor listrik.
BACA JUGA:Tingkatkan Keselamatan Warga, Bupati Bogor Siapkan JPO Ikonik di Jalan Tegar Beriman
"Pasti teman-teman mau tanya, dibanding 2024, 2025 investasi terjadi koreksi. Di mana koreksinya? Di listrik," papar Bahlil.
Data Kementerian ESDM mencatat, realisasi investasi sektor ESDM pada 2025 mencapai US$ 31,7 miliar.
Angka tersebut turun dibandingkan realisasi investasi 2024 yang mencapai US$ 32,3 miliar.
Penurunan ini menjadi perhatian pemerintah karena sektor ketenagalistrikan merupakan tulang punggung transisi energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk itu, Bahlil menegaskan akan mendorong PT PLN (Persero) agar lebih agresif merealisasikan investasi, terutama dalam pembangunan pembangkit listrik baru yang telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
BACA JUGA:Kinerja Artis Senior Ari Sihasale di Komite Otsus Papua Dipertanyakan
- 1
- 2
- »





