Polda Metro Jaya akan melakukan analisa terhadap sejumlah barang bukti, mengenai kasus pelaporan Pandji Pragiwaksono komika terkait dugaan pencemaran nama baik organisasi islam.
“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi,” kata Kombes Pol Budi Hermanto Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1/2026) yang dikutip Antara.
Dia menjelaskan laporan yang dilayangkan oleh pelapor berinisial RARW itu terkait pernyataan terlapor dalam sebuah acara.
“Tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea,” ujar Budi.
Terkait kasus tersebut, dia pun meminta agar publik bersabar dan memberi ruang bagi penyelidik serta penyidik dalam proses penegakan hukum.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono pelawak tunggal atau Komika Indonesia dilaporkan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam.
BACA JUGA: Pandji Pragiwaksono Komika Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
“Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah, khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” kata Rizki Abdul Rahman Wahid pelapor yang mengaku mewakili Angkatan Muda Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dia juga menjelaskan dalam narasinya, terlapor menganggap NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
“Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, begitu, karena imbalan, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” ungkap Rizki.
Dia menilai ucapan terlapor dalam konten di salah satu aplikasi streaming digital itu sangat mencederai dirinya sendiri dan teman-teman serta anak-anak muda NU dan Muhammadiyah. (ant/bil/ipg)

