Banjir Kepung Demak, Sungai Dangkal dan Pintu Air Jebol jadi Penyebab

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Demak: Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Sayung dan Desa Tridonorejo di Kecamatan Bonang terdampak akibat curah hujan tinggi, rob, pendangkalan sungai, serta kerusakan pintu air.

Di Kecamatan Sayung, banjir dipicu pendangkalan Sungai Dombo Sayung dan kondisi topografi wilayah yang rendah. Kepala Desa Kalisari, Sugiyono, mengatakan sungai yang dulu berada lebih rendah dari permukiman kini justru lebih tinggi akibat pendangkalan.

“Sekarang Sungai Dombo sudah dangkal. Debit airnya tinggi, sehingga Kalisari kesulitan membuang air banjir. Padahal satu-satunya andalan kami hanya sungai itu,” ujarnya, Jumat, 9 Januari 2026.

Kondisi tersebut membuat banjir di Desa Kalisari tidak lagi bersifat musiman dan dapat bertahan sepanjang tahun.

“Lahan pertanian tidak bisa dimanfaatkan sama sekali, rumah warga juga terus tergenang. Kalau dulu banjir paling sebulan, sekarang bisa setahun penuh,” kata Sugiyono.

Baca Juga :

Ratusan Rumah di OKU Timur Terendam Banjir Luapan Sungai Macak
Pemerintah desa telah mengajukan pembangunan rumah pompa berkapasitas besar, namun belum terealisasi. Warga Kalisari, Kumaidi, menyebut desanya menjadi wilayah limpahan air dari sejumlah desa di hulu.

“Kalisari ini tempat kumpulnya air dari Batursari, Jamus, Pringjajar dan desa lainnya. Sungai Dombo sekarang airnya lebih tinggi dari desa, jadi air banjir tidak bisa keluar,” ungkapnya.

Sementara itu, banjir juga merendam Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, akibat jebolnya pintu kanal pembuangan air di wilayah Keripik Cilik yang mengarah ke Sungai Kalijajar. Kepala Desa Tridonorejo, Syeni Kalistyo, mengatakan air hujan dari daratan tidak bisa mengalir keluar karena tertahan rob.

“Yang jelas ini air dari darat, air hujan tidak bisa keluar karena dampak rob yang terlalu tinggi, sehingga air tidak bisa mengalir,” ujarnya.


Banjir di Desa Tridonorejo Demak akibat pintu kanal jebol. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Jebolnya pintu air membuat limpasan Sungai Kalijajar langsung masuk ke permukiman warga.

“Kalau Kalijajar airnya besar dan meluap, tidak bisa ditutup karena pintunya jebol, sehingga air masuk semua ke pemukiman warga,” jelas Syeni.

Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga terendam hingga sekitar 30 sentimeter. Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai, memperbaiki pintu air, serta menyediakan pompa berkapasitas besar agar banjir dapat ditangani secara permanen.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emisi Obligasi dan Sukuk Capai Rp216,97 triliun Pekan Ini
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Industri Ungkap Segmen Kunci yang Bisa Angkat Penjualan Mobil
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Turki Desak Komunitas Internasional Lenyapkan Senjata Kimia Suriah
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Natal di Beijing, Dubes Djauhari ajak WNI kenalkan Indonesia di China
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pansel Buka Pendaftaran Calon Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029 Secara Daring Mulai 9 Januari
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.