PSM Makassar vs Bali United: Tuan Rumah Wajib Menang, Momentum Tomas Trucha Lakukan Evaluasi Total dan Rekrut Pemain

harianfajar
19 jam lalu
Cover Berita

 

FAJAR, MAKASSAR — Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat malam (9/1), bukan sekadar menjadi arena pertandingan pekan ke-17 Super League. 

Bagi PSM Makassar, laga menjamu Bali United terasa seperti garis batas antara mempertahankan harapan atau semakin terperosok dalam tekanan. Di tengah tiga kekalahan beruntun, laga ini menjelma menjadi pertandingan “final” yang menentukan arah perjalanan Juku Eja di putaran kedua musim 2025/2026.

Pernyataan itu datang langsung dari bek PSM, Syahrul Lasinari. 

Ia tak berusaha menyembunyikan beban psikologis yang kini menyelimuti ruang ganti Pasukan Ramang. Tiga kekalahan berturut-turut bukan hanya menggerus posisi di klasemen, tetapi juga menguji kepercayaan diri tim.

“Buat pertandingan besok, kami akan menjadikannya seperti final. Hanya dengan kemenangan kami bisa memutus hasil buruk sebelumnya dan menutup putaran pertama dengan perasaan yang lebih baik,” ujar Syahrul dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal resmi PSM Makassar.

Nada yang sama juga digaungkan pelatih Tomas Trucha. Pelatih asal Republik Ceko itu sadar betul, kehilangan poin untuk keempat kalinya akan membuat situasi semakin rumit, terutama menjelang dibukanya bursa transfer putaran kedua.

“Kami tidak boleh kehilangan poin lagi. Kami harus memanfaatkan peluang-peluang yang ada di dalam pertandingan,” kata Trucha dengan nada tegas.

Bagi Trucha, laga ini bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah ujian apakah skema dan pendekatan yang ia bangun perlahan sejak awal musim masih relevan, atau justru membutuhkan pembongkaran besar-besaran.

Kekalahan demi kekalahan membuat gaya bermain PSM mulai terbaca lawan: dominasi penguasaan bola yang sering kali tak diimbangi efektivitas di sepertiga akhir.

Tantangan PSM kian berat karena Bali United datang dengan modal impresif. Tim asuhan Johnny Jansen tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, termasuk dua kemenangan tandang yang menunjukkan kematangan mereka bermain di bawah tekanan publik lawan.

“Mereka tim yang sangat disiplin. Mereka menunggu kesalahan lawan dan sangat efektif memanfaatkannya. Kami tidak boleh kehilangan fokus,” ujar Trucha.

Bali United dikenal sebagai tim yang sabar. Mereka tidak selalu menekan sejak awal, tetapi justru memancing lawan keluar dari zona nyaman. 

Kesalahan kecil di lini tengah atau lini belakang sering menjadi pintu masuk bagi serangan cepat Serdadu Tridatu. Inilah yang membuat Trucha menuntut satu hal tambahan dari para pemainnya: clean sheet.

Target itu bukan tanpa alasan. Terakhir kali PSM mencatatkan clean sheet adalah saat menghadapi PSBS Biak. Sejak itu, gawang Juku Eja terlalu mudah ditembus, baik melalui bola mati maupun serangan balik.

“Saya tanya ke pemain, apakah kita bisa clean sheet? Saya harap bisa,” kata Trucha singkat, namun sarat makna.

Di luar persiapan taktik dan mental, perhatian publik justru tertuju pada satu nama: Abu Razard Kamara. 

Striker berusia 27 tahun itu mendadak menghilang dari radar. Ia tak terlihat dalam sesi latihan reguler beberapa hari jelang laga dan namanya tak masuk daftar pemain yang dibawa ke Parepare.

Absennya Kamara memantik spekulasi luas, apalagi jendela transfer putaran kedua Super League akan resmi dibuka pada Sabtu (10/1/2026). Banyak pihak membaca situasi ini sebagai sinyal awal perombakan lini depan PSM.

Menanggapi rumor tersebut, Tomas Trucha berusaha meredam spekulasi. Ia menegaskan bahwa keputusan tidak membawa Kamara murni bersifat teknis.

“Kamara tidak dipilih untuk datang melawan Bali United. Kami membawa pemain yang kami pikir bisa membantu tim,” ujar Trucha dalam konferensi pers jelang laga, Kamis (8/1).

Namun, pernyataan itu belum sepenuhnya menutup ruang tafsir. Performa Kamara sepanjang putaran pertama memang belum memuaskan. 

Dari 13 penampilan, ia hanya mencatatkan tiga gol dan satu assist, sebagian besar sebagai pemain pengganti. Catatan tersebut membuatnya kalah bersaing dengan Alex Tanque.

Penyerang asal Brasil itu tampil lebih konsisten dan menjadi tumpuan utama PSM. Enam gol dan tiga assist dari 14 pertandingan menjadikan Tanque sebagai pilihan pertama di lini depan, sekaligus menegaskan hierarki striker di era Tomas Trucha.

Situasi Kamara kini berada di persimpangan. Di satu sisi, ia masih terikat kontrak dan berpeluang membuktikan diri di putaran kedua. Di sisi lain, absennya dari laga krusial justru memperkuat dugaan bahwa PSM tengah bersiap melakukan “evakuasi total”—membuka ruang bagi striker baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Trucha.

Laga melawan Bali United pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan penutup putaran pertama. Ini adalah panggung evaluasi menyeluruh: siapa yang masih layak bertahan, siapa yang akan tergeser, dan sejauh mana PSM siap melakukan perubahan.

Jika menang, PSM tak hanya memutus tren buruk, tetapi juga memasuki bursa transfer dengan kepala tegak dan kepercayaan diri terjaga. Namun jika kembali terpeleset, tekanan akan semakin besar—dan pintu perombakan skuad bisa terbuka lebih lebar dari yang dibayangkan.

Di bawah sorotan lampu Stadion BJ Habibie, jawaban atas semua itu akan mulai terkuak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bernardo Tavares tidak Umbar Janji, Sebut Laga Lawan Malut United Bakal Sulit
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bek Sayap Portugal Joao Cancelo Selangkah Lagi Menuju Barcelona
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DJP Serahkan Tersangka Faktur Pajak Fiktif ke Kejaksaan, Rugikan Negara Rp170 Miliar
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Bangun Jejaring ASEAN, Indonesia Soccer Academy Gelar Laga Persahabatan di Brunei
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Airlangga: Defisit APBN 2,92 Persen Tetap Aman
• 13 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.