Ekonom Sebut Dampak MBG Baru Terasa dalam Jangka Panjang

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah diharapkan mampu memberikan multiplier effect untuk mendorong ekonomi.

Ekonom Sebut Dampak MBG Baru Terasa dalam Jangka Panjang. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah diharapkan mampu memberikan multiplier effect untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, seberapa jauh efektifitasnya?

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurrahman, mengungkap dampak MBG yang dianalisa menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG-IDN). Dia mengatakan, dampak makroekonomi dari kehadiran program MBG tergolong kecil, yakni sekitar 0,15 persen. 

Baca Juga:
BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026, Fokus Tingkatkan Keamanan Pangan

Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan simulasi menggunakan pendekatan Computable General Equilibrium (CGE).

"Kalau misalnya MBG untuk menjadi program meningkatkan pertumbuhan ekonomi 5 persen, 5,5 persen, 5,6 persen, sebenarnya MBG bukan solusi untuk menjawab itu dalam konteks ini. Apalagi misalnya kaitan dengan masalah tata kelola," kata Rizal dalam forum diskusi, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:
Mulai Awal 2025, Program MBG Menjangkau 55,1 Juta Penerima Manfaat

Rizal menekankan bahwa model OG-IDN secara khusus dirancang untuk menganalisis dampak kebijakan lintas generasi. Dalam kerangka ini, manfaat ekonomi MBG tidak bisa terlihat dalam waktu singkat, seperti satu hingga tiga tahun, melainkan baru terlihat ketika penerima manfaat memasuki usia produktif.

Baca Juga:
Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan Program MBG Turun Drastis, Ini Datanya

Dia menjelaskan, relevansi MBG dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta kapasitas belajar anak secara nyata. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas dan upah riil yang lebih baik di masa depan.

Namun, Rizal mengingatkan bahwa MBG tidak bisa berdiri sendiri. Program ini harus diiringi dengan kebijakan struktural yang membuka ruang peningkatan produktivitas bagi generasi penerima manfaat.

"Makanya ketika program MBG ini (berjalan) harus diikuti oleh stimulus kebijakan yang bisa mendorong produktivitas mereka untuk mendapat upah yang lebih baik di masa depan. Jadi sifatnya harus struktural," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Belanja Perpajakan Tembus Rp530 Triliun, Pemerintah Longgarkan Pajak Demi Dorong Konsumsi dan Investasi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Begini Reaksi Ketum PBNU
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp40,99 Triliun sepanjang 2025
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
10 Tim NBA Tersukses Sepanjang Sejarah Berdasarkan Gelar-Dunia Olahraga
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rahayu Saraswati Resmi Kuasai 5 Persen Saham Trinland (TRIN)
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.