Telkomsel Ungkap 4 Pilar Pendorong Ekonomi Digital Indonesia, Dukung Target 2045

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Telkomsel menegaskan masa depan ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada kekuatan ekosistem yang dibangun secara menyeluruh, bukan sekadar pada pertumbuhan jumlah aplikasi atau pengguna internet. Perusahaan membeberkan empat pilar utama pendorong ekonomi digital Indonesia, yang diharapkan bisa menembus target yang dicanangkan pemerintah di 2045 mendatang.

Empat pilar tersebut adalah Infrastructure & Manufacturing, Technology Ecosystem, Application Boom, dan Rethinking Education. Menurut Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, keempatnya harus tumbuh secara beriringan agar Indonesia mampu meningkatkan kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang saat ini masih berada di kisaran 8 persen.

Sebagai catatan, pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan hingga 20 persen pada 2045.

"Artinya, positifnya, masih banyak room to grow-nya untuk digital economy di Indonesia," ujar Nugroho di acara Trilogi Pitching Festival, Drivin Change Series 6, yang digelar di Universitas Trilogi, Jakarta, Kamis (8/1).

Infrastructure & Manufacturing

Pilar pertama yang disorot Nugroho adalah infrastruktur dan manufaktur, yang dinilainya masih menjadi titik lemah Indonesia dibandingkan negara lain di kawasan. Ia menekankan ekonomi digital tidak akan berkembang tanpa konektivitas yang kuat dan penerapan teknologi di sektor industri.

Ia mencontohkan pabrik-pabrik di China yang telah sepenuhnya terotomatisasi. Salah satu contoh ekstrem adalah fasilitas produksi mobil milik Xiaomi, yang mampu memproduksi satu unit mobil setiap dua menit secara otomatis dalam kondisi 'pabrik gelap'.

Technology Ecosystem

Pilar kedua adalah Technology Ecosystem, yang menurut Nugroho menjadi pembeda utama antara negara yang berhasil dan tertinggal dalam ekonomi digital. Ia menilai banyak perusahaan digital di Indonesia masih berdiri secara terpisah tanpa ekosistem teknologi yang terintegrasi.

Sebagai perbandingan, Nugroho menyinggung ekosistem digital di China, dengan WeChat sebagai contoh paling nyata. WeChat tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pesan, tetapi juga mengintegrasikan pembayaran, cloud, AI, big data, hingga sistem operasi dalam satu ekosistem.

Application Boom

Pilar ketiga adalah Application Boom, yang menggambarkan fase pertumbuhan pesat aplikasi digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Nugroho mengakui bahwa Indonesia telah berhasil menciptakan banyak aplikasi dengan basis pengguna besar dan nilai transaksi tinggi.

Namun, ia mengingatkan pertumbuhan tersebut tidak selalu sejalan dengan kesehatan bisnis. Euforia pertumbuhan aplikasi kerap terjebak pada metrik semu, seperti jumlah pengguna aktif atau nilai transaksi.

"Di Indonesia kemarin booming aplikasi dengan monthly active user (MAU) tinggi, daily active user (DAU) tinggi, gross transaction value (GTV) besar. Tapi pada akhirnya, profit is king," katanya.

Bagi Telkomsel, ekosistem aplikasi dipandang sebagai bagian dari rantai nilai yang lebih besar. Telkomsel, melalui platform seperti MyTelkomsel dengan sekitar 60 juta pengguna aktif bulanan, mencoba menempatkan aplikasi sebagai bagian dari model bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan, bukan sekadar alat akuisisi pengguna.

Rethinking Education

Pilar terakhir, sekaligus yang paling menentukan dalam jangka panjang, adalah Rethinking Education. Nugroho menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar di sektor pendidikan, tercermin dari rendahnya skor PISA dan terbatasnya akses pendidikan tinggi berkualitas.

Sebagai bagian dari upaya mendorong pilar ini, Telkomsel mulai berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Salah satunya adalah peluncuran AI Innovation Hub bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi kecerdasan buatan dan teknologi digital lainnya.

"Dengan digitalisasi di bidang learning and education, diharapkan tingkat pendidikan Indonesia bisa semakin naik, sehingga kita bisa melakukan reskilling, upskilling yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk support digital economy di 2045," jelas Nugroho.

Telkomsel melihat dirinya sebagai bagian dari mesin penggerak ekonomi digital Indonesia. Target ekonomi digital 2045, menurut Nugroho, tidak akan tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor dan keberanian untuk berbenah secara struktural.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dituduh Gelapkan Dana Perusahaan, Eks Karyawan Gugat KUHP dan KUHAP Baru
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Viking Siapkan Kejutan Koreografi di Laga El Clasico Persib Vs Persija
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Personel Brimob Terus Bersihkan Rumah Warga dan Bangun Saluran Air di Sumbar
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Efek AI Makin Ngeri, Gelombang PHK Diprediksi Masih Berlanjut Sampai 2030
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
5 Negara Paling Hemat di Dunia: Tingkat Tabungan Warganya Tinggi
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.