OJK: Rerata Transaksi Harian Saham Tembus Rekor Rp 27 T pada Desember

katadata.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) perdagangan saham pada Desember 2025 mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high sebesar Rp 27,19 triliun. Sejak 20 Agustus 2025, RNTH konsisten berada di atas Rp 20 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menjelaskan, RNTH sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp 18,07 triliun. “Meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 12,85 triliun,” ujar Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan secara virtual, Jumat (9/1).

Menurut Inarno, kenaikan likuiditas di semester kedua 2025 turut dipicu oleh meningkatnya aktivitas investor ritel domestik. Proporsi transaksi investor ritel naik dari 38% pada 2024 menjadi 50% pada 2025.

Dari sisi volume, transaksi pada Desember 2025 tercatat mencapai 61.613 lot. Secara year on year, total volume transaksi mencapai 1.013.294 lot.

Inarno juuga mencatat lonjakan jumlah investor baru di pasar modal pada akhir tahun lalu. Pada Desember 2025, terdapat penambahan 694 ribu investor. Sedangkan sepanjang 2025, jumlah investor bertambah 5,49 juta menjadi total 20,36 juta investor, atau naik 36,95% dibandingkan 2024.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025, naik 1,62% secara month-to-month dan 22,13% secara year-on-year. IHSG mencetak rekor all time high sebanyak 24 kali sepanjang tahun lalu, dengan level tertinggi 8.710,70 pada 8 Desember 2025. Pada hari yang sama, kapitalisasi pasar juga mencapai rekor Rp 16.000 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar sebelumnya menyebut, kontribusi pasar modal Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional meningkat signifikan sepanjang 2025. Rasio kontribusi pasar saham terhadap PDB mencapai 72% hingga akhir 2025, naik dibandingkan 56% pada tahun sebelumnya.

Capaian tersebut mencerminkan perkembangan positif pasar modal domestik. Namun, angka kontribusi Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara di kawasan

“Sungguh kenaikan yang luar biasa. Sekalipun demikian angka itu masih berada di bawah negara-negara kawasan kita seperti India 140%, Thailand 101% dan Malaysia 97%,” ujar Mahendra dalam sambutan pembukaan perdagangan saham 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1). 

Mahendra menjelaskan, peningkatan kontribusi pasar saham terhadap PDB sejalan dengan kinerja pasar modal sepanjang 2025. Salah satu indikatornya terlihat dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 22,13% sepanjang tahun lalu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pria Lansia yang Hilang saat Cari Ikan di Sungai Ditemukan Tewas
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Nakhoda ABK Tersangka Kapal Tenggelam Labuan Bajo, 4 Meninggal Ada Pelatih Valencia
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Sapi Perah Kurang, MBG Dikhawatirkan Picu Peredaran Susu Oplosan
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Diplomat Indonesia yang Kini Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Resmikan Sekber, Oso: Ini Satu Kekuatan yang Mewakili 17 Juta Suara Rakyat
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.