Puluhan Domba Serbu Supermarket di Jerman

tvrinews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Bavaria, Jerman

Kawanan ternak masuk ke toko saat migrasi musim dingin dan merusak area minuman.

Insiden unik terjadi di sebuah kota kecil di Bavaria, Jerman, ketika sekitar 50 ekor domba memisahkan diri dari kawanannya dan menyerbu sebuah supermarket diskon. 

Aksi "belanja" mendadak ini mengejutkan pelanggan dan staf toko sebelum akhirnya hewan-hewan tersebut berhasil dievakuasi.

Peristiwa ini berlangsung pada Senin waktu setempat di kota Burgsinn, saat proses migrasi rutin musiman. Ketika kawanan besar sedang digiring, beberapa lusin domba justru memilih rute berbeda dan merangsek masuk ke dalam gerai ritel Penny.

"Sulit untuk mengetahui apakah domba-domba itu mencari penawaran khusus atau hanya ingin menghangatkan diri," tulis pihak perusahaan dalam pernyataan resminya. 

Pihak manajemen mencatat bahwa kawanan tersebut tampak sangat betah berada di area kasir yang dipenuhi pembeli.

Meski tidak merusak bagian sayuran segar, kehadiran domba-domba ini sempat memicu kekacauan di bagian minuman. 

Botol-botol kaca dan produk lainnya jatuh dari rak akibat desakan tubuh kawanan domba yang memenuhi gang-gang sempit toko.

Ketua Dewan Direksi anak perusahaan Penny di Jerman Barat Daya, Philipp Stiehler, menyatakan bahwa situasi tetap terkendali meski sempat terjadi kegaduhan.

"Sekitar 20 pelanggan yang ada di lokasi dilaporkan tetap tenang menghadapi kunjungan hewan yang spontan ini," ujar Stiehler.

Setelah sekitar 20 menit, domba-domba tersebut berhasil dipancing keluar dan kembali bergabung dengan kawanan utama mereka. Rekaman video di lokasi menunjukkan hewan-hewan tersebut tampak lebih penasaran daripada cemas di tengah puing-puing barang yang jatuh.

Reaksi Publik dan Pemilik Ternak 

Kedutaan Besar Jerman di London turut menanggapi insiden ini dengan nada humor di media sosial, menyebut peristiwa tersebut sebagai "shear mania" (kegilaan bulu domba) yang melanda wilayah "Baa-varia".

Sementara itu, pemilik ternak, Dieter Michler, menjelaskan kronologi kejadian kepada penyiar publik Bayerischer Rundfunk. 

Michler saat itu sedang menggiring 500 ekor domba menuju tempat perlindungan musim dingin. Ia menduga beberapa hewan terdistraksi oleh biji ek di tanah, yang kemudian memicu anggota kelompok lainnya untuk ikut menjauh dari jalur utama.

Alih-alih menuntut ganti rugi atas kerusakan yang terjadi, pihak supermarket justru melihat sisi positif dari viralnya kejadian ini. Philipp Stiehler menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menagih biaya pembersihan kepada penggembala. 

Sebaliknya, perusahaan berencana memberikan sponsor berupa pakan selama satu tahun bagi 50 domba "pemberontak" tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perhatian media yang luas.

Editor: Redaksi TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pandji Pragiwaksono Minta Maaf usai Salah Sebut Lembaga Hukum di Mens Rea
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Mahasiswa Protes soal Sampah, Pemkot Tangsel: Pengangkutan Sudah Dilakukan Bertahap
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Sewa Mobil Rp5,1 Juta Tak Kunjung Dibayar, Pengusaha Rental Minta Kejelasan
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Ini Alasan KPK Turut Tetapkan Mantan Stafsus Yaqut Sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peruntungan Shio di Imlek 2026, Siapa yang Paling Moncer Rezeki dan Kariernya?
• 8 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.