Harga Kemiri dan Sayur-Mayur di Pasar Ciputat Melonjak

metrotvnews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan terpantau mengalami lonjakan signifikan pada awal 2026. Salah satu yang mengalami lonjakan paling tinggi adalah kemiri dari yang sebelumnya Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu perkilogram.

Jamil (55), pedagang sembako di Pasar Ciputat mengatakan, kenaikan harga kemiri mulai melonjak saat terjadi musibah banjir di Sumatera khususnya di wilayah Medan pada akhir tahun lalu.

"Kalau kemari kemarin Rp40 ribu sekarang udah Rp60 ribu. Lonjaknya drastis, semenjak musibah di medan, kan kemiri kebanyakan dari Medan," ungkap Jamil, Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga :

Cek Harga-harga Pangan Hari Ini
Selain kemiri, Jamil mengungkap kacang tanah turut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari sebelumnya Rp27 ribu menjadi Rp40 ribu perkilogram. 

"Kalau kacang tanah naik juga, dari beberapa bulan lalu sekitar Rp27 ribu sekarang udah Rp40 ribu. Tapi kalau yang kupas engga, masih normal di kisaran Rp35 ribu sampai Rp36 ribu rupiah," ungkapnya.

Jamil menambahkan, kenaikan harga kedua komoditas tersebut turut dikeluhkan pembeli dan berharap agar harga dapat normal kembali. "Waduh, kalau pembeli ya pasti ngeluh banyak. Harapannya, semoga normal kembali kayak semula," tutup Jamil mengakhiri pembicaraan. Sayur mayur alami kenaikan 
Selain kemiri dan kacang tanah, sejumlah sayur mayur seperti tomat, wortel, sawi dan timun turut mengalami kenaikan. Pedagang sayur di Pasar Ciputat, Yani (50) mengatakan, harga timun saat ini berada di angka Rp15 rupiah dari sebelumnya Rp10 ribu perkilogram.

"Timun sekarang nyampe Rp15 ribu. Harga normalnya biasanya itu Rp10 ribu sampai dua Rp12 ribu perkilogram," ungkap Yani di kios sayur miliknya.

Yani menambahkan, musim penghujan turut menjadi penghambat pemasukan sebab terjadinya penurunan pembeli. "Kalau musim hujan itu omsetnya lain, karena kan orang mau ke pasar juga males ya, hujan, becek," tambahnya.

Selain Yani, Pedagang Sayur lainnya, Gugun (29) mengatakan, imbas musim penghujan sawi hijau turut mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu perkilogram. "Persawian, soalnya itu pada hujan, kebanjiran lahannya. Sawi ijo Rp12 ribu, kalau harga standarnya Rp8 ribu," ujarnya. Pembeli turut mengeluh
Rita (56), pembeli sayur di Pasar Ciputat turut mengeluhkan terjadinya kenaikan harga bahan pangan terutama sayur. Dirinya berharap, pemerintah dapat turun tangan untuk memantau harga di pasar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan.

"Ya mengeluh lah orang duitnya segitu-segitu doang kan ya. Kalau naik pasti mengeluh. Harapannya ya, semoga pemerintah turun tangan untuk memantau harga di pasaran biar warganya ga kesulitan," ujar Rita di Pasar Ciputat. (Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengacara Buka Suara soal Gus Yaqut Jadi Tersangka Kuota Haji
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal Pasca Kemacetan Parah di Jakut
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hunian nyaman tanpa sekat, 8 potret apartemen Salshabilla Adriani sebelum jadi istri Ibrahim Risyad
• 14 jam lalubrilio.net
thumb
Manajemen Persija Angkat Bicara Jelang Bursa Transfer Tengah Musim Super League, Pastikan akan Ada Pemain Baru Gabung
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Peringati Isra Mi’raj, UMI Tekankan Internalisasi Nilai Salat dalam Kehidupan Akademik
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.