JAKARTA. KOMPASTV - Pengunjuk rasa yang membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan ‘Tidak ada kebencian, tidak ada ketakutan. Imigran diterima di sini,’ saat demo di pusat kota Washington D.C menyusul penembakan fatal oleh seorang petugas ICE sehari sebelumnya.
Pembunuhan Renee Good yang berusia 37 tahun, memicu bentrokan antara pejabat federal dan negara bagian mengenai apakah penembakan itu tampak dibenarkan dan apakah lembaga penegak hukum Minnesota memiliki yurisdiksi untuk menyelidiki.
Wapres AS JD Vance buka suara terkait kasus tersebut.
“Presiden mendukung ICE. Saya mendukung ICE. Kami mendukung semua petugas penegak hukum kami. Dan bagian dari itu adalah mengakui bahwa kalian di media, tidak semua orang di ruangan ini, tetapi banyak orang di ruangan ini telah berbohong tentang serangan ini,” katanya dilansir dari Associated Press.
Ia mengatakan sang wanita sempat mencoba menabrak proa dengan mobilnya yang kemudian dibalas dengan tembakan.
“Dia mencoba menabrak pria ini dengan mobilnya. Dia membalas tembakan. Dia membela diri. Dia sudah pernah terluka parah dalam operasi penegak hukum sebelumnya. Dan semua orang yang telah mengulangi kebohongan bahwa ini adalah seorang wanita tak bersalah yang sedang berkendara di Minneapolis ketika seorang petugas penegak hukum menembaknya,” tegasnya.
Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!
Video Editor: Frashiva Rizaldi
#wapresas #jdvance #imigrasiAs
Baca Juga: Prospek Cuaca BMKG 9-15 Januari 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- jd vance
- imigrasi as
- presiden trump
- demo di AS

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4535619/original/073864700_1691838254-94c5023d-3533-4296-8240-ea7f2d90238a.jpeg)


