FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya menuai beragam reaksi dari warganet.
Pandji diketahui dipolisikan lantaran materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dianggap memicu kegaduhan dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Dilihat di media sosial, tidak sedikit netizen yang justru mempertanyakan alasan pelaporan tersebut.
Sebagian menganggap materi yang disampaikan Pandji masih berada dalam koridor komedi dan kritik sosial.
“Kenapa harus tersinggung sih? Aneh. biasa aja kelesss, namanya juga komedi,” tulis akun Ongky Robbyhart dalam kolom komentar sebuah unggahan yang membahas kasus tersebut.
Komentar senada juga datang dari Marsya yang menilai materi Pandji berangkat dari fakta dan disampaikan dengan gaya satir khas komika.
“Faktanya kan emang begitu, terus lah bersuara dengan candaan cerdas dan kritis Pandji,” tulisnya.
Sementara itu, netizen lain menilai materi Mens Rea justru memiliki pesan kebangsaan. Akun Imam Setyawan menyebut penampilan Pandji bisa membangun kesadaran nasionalisme.
“Materinya bagus justru bisa menimbulkan jiwa nasionalis, membangun mental bangsa,” komentarnya.
Tidak sedikit pula warganet yang mempertanyakan dasar hukum pelaporan tersebut.
“Loh bukannya memang dapat (tambang) ya?,” tulis akun Teuku Andri Basri dengan nada heran.
Komentar bernada satir juga muncul dari Asril Arifin. Ia mengungkapkan hal senada dengan Teuku Andri Basri.
“Faktanya emang nerima kok,” tulisnya disertai emotikon tertawa.
Sebelumnya, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.
Laporan itu terkait materi dalam pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea yang dianggap bermasalah.
Pengaduan resmi tersebut dilayangkan pada Rabu (7/1/2025) dengan dugaan pencemaran nama baik.
Dalam laporan itu, pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa potongan materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform saat pertunjukan Mens Rea berlangsung.
Rizki Abdul Rahman Wahid selaku pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU mengatakan, materi komedi yang dibawakan Pandji tidak sekadar melanggar etika, tetapi juga berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat.
“Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki, dikutip dari Kompas TV.
Lebih lanjut, Rizki menyebut dampak dari materi tersebut dirasakan langsung oleh kalangan muda, khususnya warga Nahdliyin dan kelompok Aliansi Muda Muhammadiyah.
“Dan menimbulkan keresahan, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah,” kuncinya.
Sementara itu, perwakilan PBNU dan PP Muhammadiyah menolak nama organisasi dicatut untuk melaporkan pihak tertentu berkaitan dengan kritik sosial yang disampaikan Pandji dalam lawakannya.
Bahkan Gufroni dari LBH PP Muhammadiyah menyebut massa yang mendemo Pandji sebagai orang-orang yang tidak jelas.
(Muhsin/Fajar)





