OJK Ingatkan Dampak Menengah-Panjang Konflik AS-Venezuela pada Pasar Keuangan

mediaindonesia.com
23 jam lalu
Cover Berita

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan para pelaku pasar keuangan turut mencermati dampak konflik Amerika Serikat dan Venezuela terhadap stabilitas pasar keuangan global. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan dampak jangka pendek dari gejolak tersebut sampai saat ini memang belum dirasakan langsung oleh Indonesia.

“Dari kemungkinan pengaruh dari produksi dan harga minyak dunia, maupun dari segi harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia belum terlihat sama sekali dampak langsung,” kata Mahendra dalam konferensi pers RDK Bulanan Desember 2025 secara daring, Jumat (9/1).

Namun, lanjutnya, perkembangan dan risikonya kepada perekonomian dan sektor jasa keuangan perlu dicermati dalam jangka menengah dan panjang.

Menurutnya, sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dan keuangan global.

Yang membuat situasinya makin sulit, kata Mahendra, pelanggaran kedaulatan dan wilayah suatu negara oleh negara lain itu dilakukan tanpa sanksi yang setimpal. Peristiwa demikian disebut makin kerap dilakukan belakangan ini.

“Setelah Ukraina oleh Rusia, Palestina atau Gaza oleh Israel, kini Venezuela oleh Amerika Serikat. Tentu preseden-preseden ini menimbulkan kekhawatiran ke depan untuk hal-hal serupa,” ungkapnya.

“Karena ternyata bisa dilakukan tanpa konsekuensi yang memberatkan secara riil pada negara yang melakukan pelanggaran itu. Juga termasuk kemungkinannya di kawasan kita,” imbuhnya.

Dalam kaitan itu, OJK mencermati betul risiko dari peningkatan tensi dan ketidakpastian stabilitas politik global.

Situasi di atas, lanjut Mahendra, menjadi semakin sulit karena sebelum terjadi serangan AS ke Venezuela saja, berbagai lembaga multilateral dan internasional sudah memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 tidak mencapai 3%. Hal itu berarti tingkat pertumbuhan terendah pascapandemi covid-19.

“Kami meminta semua lembaga jasa keuangan untuk mencermati dan melakukan pemantauan yang intensif terhadap risiko-risiko ini, baik risiko pasarnya, risiko likuditas, dan risiko kredit pembiayaan,” papar Mahendra.

“Jadi singkatnya dalam jangka pendek belum terlihat dan terasa secara langsung dalam jangka menengah panjang harus kita waspadai terus,” pungkasnya. (H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
APBD Riau 2026 Minus Rp1,2 Triliun, Pemprov Riau Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Ungkap Ada Pengembalian Rp100 Miliar dari Kasus Kuota Haji
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Operasi SAR KM Putri Sakinah Resmi Ditutup, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
China Tegaskan Komitmen Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan Venezuela Meski Situasi Politik Berubah
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kejuaraan dunia Mobile Legends M7 resmi dibuka di Jakarta
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.