Agung Podomoro (APLN) Resmi Tuntaskan Penjualan Deli Park Mall, Segini Nilai Asetnya

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui anak perusahaan, PT Sinar Menara Deli (SMD) resmi menuntaskan proses penjualan pusat perbelanjaan, Deli Park Mall.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui anak perusahaan, PT Sinar Menara Deli (SMD) resmi menuntaskan proses penjualan Deli Park Mall. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui anak perusahaan, PT Sinar Menara Deli (SMD) resmi menuntaskan proses penjualan pusat perbelanjaan, Deli Park Mall yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara.

DPM yang 58 persen sahamnya dimiliki oleh APLN menjual Deli Park Mall kepada PT DPM Asset Indonesia (DPMAI). Proses transaksi diselesaikan pada tanggal 8 Januari 2026 melalui penandatanganan akta-akta jual beli oleh kedua perusahaan.

Baca Juga:
Agung Podomoro Land (APLN) Divestasi Aset Tanah di Bali

"Sebagian besar dari dana yang diterima oleh SMD dari DPMAI akan diberikan kepada perseroan melalui mekanisme pembagian dividen," kata Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land, Noer Indrajaja melalui keterbukaan informasi, Jumat (9/1/2026).

Perseroan tak mengungkapkan nilai transaksi penjualan Deli Park Mall. Namun, per 30 September 2025, nilai aset mal yang pertama kali beroperasi pada 2013 itu mencapai Rp2,89 triliun.

Baca Juga:
Anak Usaha Jual Mall Deli Park, APLN Kantongi Dividen 

Noer menjelaskan, dana hasil penjualan Deli Park Mall nantinya digunakan untuk membayar sebagian utang Agung Podomoro kepada pemberi pinjaman.

Hingga akhir kuartal III-2025, Agung Podomoro tercatat memiliki utang berbunga sebesar Rp5,54 triliun. Perusahaan properti itu tengah melakukan restrukturisasi utang melalui divestasi aset.

Dalam lima tahun terakhir, utang berbunga Agung Podomoro terus menyusut. Pasalnya, pada 2021, utang perseroan mencapai Rp10 triliun.

Sementara itu, hingga 30 September 2025, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp56 miliar. Hal ini sejalan dengan pendapatan perseroan yang turun menjadi Rp2,6 triliun.

Adapun beban bunga yang dibayarkan sepanjang sembilan bulan pertama mencapai Rp311 miliar. Angka tersebut turun bila dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp502 miliar.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siap-siap! Bensin Wajib Campur Etanol Mulai 2028, Bahlil Siapkan Insentif Khusus
• 20 jam lalumatamata.com
thumb
Jelang Persib vs Persija: Luciano Guaycochea Ingin Kalahkan Persija untuk Perbaiki Klasemen
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Hasil Malaysia Open 2026: Putri KW Tunduk di Tangan Wang Zhi Yi
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD, Gerakan Rakyat: Ini Permufakatan Elit Rampas Kedaulatan
• 16 jam lalumerahputih.com
thumb
Bekas Menag Yaqut Cholil dan Staf Khususnya Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji  
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.