JAKARTA, KOMPAS.com - Menggeluti dunia akrobatik hingga menjadi atlet dan pelatih profesional, tak membuat pria bernama Yoga Ardian (35) lupa dengan tempat di mana ia dibesarkan.
Yoga dibesarkan dan tumbuh di permukiman padat penduduk RT 07, RW 08, Penjaringan, Jakarta Utara. Di gang sempit itulah ia merajut mimpinya secara perlahan untuk menjadi seorang atlet.
Awalnya, pria yang akrab disapa Kak Yow ini menggeluti dunia capoeira dan sempat dilatih oleh seorang master dari Brasil. Selain itu, ia juga pernah menekuni wushu hingga mengikuti Kejuaraan Nasional dan sempat terjun ke dunia break dance.
Baca juga: Materi Mens Rea Dipersoalkan, Polisi Akan Minta Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
Gerakan-gerakan lentur dan ekstrem yang bisa ia lakukan saat ini merupakan hasil latihan di depan rumahnya yang hanya berupa gang sempit dengan lebar sekitar tiga meter.
"Dulu waktu kecil saya latihan ada yang bilang 'ngapain latihan begitu, kamu enggak akan jadi atlet, gerakan begitu enggak akan masuk ke PON, kamu enggak akan bisa, kamu tinggal di gang, kamu mau jadi apa latihan begitu?" kata Yoga saat bercerita kepada Kompas.com di kediamannya, Kamis (8/1/2026).
Namun, hinaan itu tak membuat semangat Yoga untuk menggeluti dunia akrobatik luntur begitu saja. Di sisi lain, ia menyadari kemampuan akademiknya tak sebagus anak-anak lain, sehingga ia berusaha berlatih mati-matian untuk menumbuhkan bakatnya lewat dunia akrobatik.
Mampu melakukan berbagai gerakan akrobatik yang sulit membuat Yoga lebih percaya diri karena merasa berbeda dengan orang lain.
Perjuangan Yoga berlatih mati-matian pun kini membuahkan hasil. Selain menjadi atlet, lewat kemampuan akrobatiknya, ia sudah mencoba berbagai profesi, termasuk menjadi stuntman di sebuah film.
Namun, profesi yang saat ini digeluti Yoga adalah dengan menjadi pelatih profesional di berbagai tempat kebugaran atau kelas private.
Bentuk IndosaltoPencapaiannya sebagai atlet dan pelatih tidak membuat Yoga puas begitu saja. Selama tiga tahun terakhir, ia berusaha berbagi ilmu akrobatik kepada anak-anak di sekitar kediamannya.
Cerita bermula pada tahun 2022, ketika pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia dan membuat Yoga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah membuat Yoga mengajak teman-temannya untuk berlatih di rumah.
Baca juga: Odong-odong Bermotor Jadi Primadona Anak-anak di Jatinegara
Latihan yang dilakukan itu ternyata menyita perhatian anak-anak di sekitar rumah Yoga. Melihat antusiasme mereka, ia pun mencoba mengajak anak-anak tersebut untuk ikut latihan.
"Setelah itu, baru ketemu anak-anak karena mereka kan sekolahnya di rumah terus banyak dari mereka yang lihat saya latihan satu di antaranya itu Acil atau Karlina," ucap dia.
Selain Karlina, ada lima orang anak lainnya yang rutin ikut berlatih akrobatik di rumah Yoga sampai akhirnya terbentuk Indosalto.




