Aksi Lego CGS, Andhesti, dan Chengdong di Tengah Reli BRMS, BUMI, DEWA

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah pemegang saham dengan kepemilikan di atas lima persen di emiten milik Grup Bakrie dan Grup Salim belakangan terlihat rajin memangkas porsi kepemilikan.

Aksi Lego CGS, Andhesti, dan Chengdong di Tengah Reli BRMS, BUMI, DEWA. (Foto: Bumi Resources)

IDXChannel - Sejumlah pemegang saham dengan kepemilikan di atas lima persen di emiten milik Grup Bakrie dan Grup Salim belakangan terlihat rajin memangkas porsi kepemilikannya secara bertahap, di tengah reli kuat saham-saham tersebut.

Emiten yang dimaksud mencakup perusahaan tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Baca Juga:
Agung Podomoro (APLN) Resmi Tuntaskan Penjualan Deli Park Mall, Segini Nilai Asetnya

Ketiga saham itu mencatatkan lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, didorong oleh beragam sentimen positif.

Faktor pendorongnya antara lain kenaikan tajam harga emas dunia, rencana ekspansi dan akuisisi, aksi korporasi, hingga sentimen index play atau peluang masuk ke indeks global seperti MSCI.

Baca Juga:
MNC Energy (IATA) Produksi Batu Bara 3,38 Juta Ton Sepanjang 2025

Saham BUMI, yang digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat penghuni indeks MSCI pada rebalancing Februari mendatang, telah melesat 88,89 persen dalam sebulan dan melonjak 313,91 persen dalam setahun terakhir.

Hingga sesi I perdagangan Jumat (9/1/2026), saham BUMI diperdagangkan di level Rp476 per unit, yang merupakan posisi tertinggi sejak Februari 2017.

Baca Juga:
Ekspansi Bisnis EBT, SOFA Berganti Nama Jadi Solusi Environment Asia

Sementara itu, saham BRMS yang resmi masuk indeks MSCI pada November 2025, naik 25,77 persen dalam sebulan ke level Rp1.220 per unit, sekaligus bergerak di dekat rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam periode satu tahun, saham BRMS tercatat melesat sekitar 205 persen.

Setali tiga uang, saham DEWA juga mencatatkan reli tajam dengan kenaikan 79 persen dalam sebulan ke Rp820 per unit, berada di kisaran rekor tertinggi sepanjang masa.

Dalam setahun terakhir, saham DEWA bahkan melambung hingga 659 persen, seiring menguatnya kisah pemulihan kinerja (turnaround story) yang ditopang oleh perbaikan neraca serta akselerasi pertumbuhan bisnis.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan bahwa aksi jual yang dilakukan pemegang saham kakap di tiga emiten tersebut merupakan hal yang wajar, terutama setelah lonjakan harga yang sangat signifikan dalam waktu relatif singkat.

“Hal ini lumrah mengingat harga saham yang mengalami kenaikan tinggi. Dengan kenaikan yang masif, aksi profit taking memang sering terjadi oleh investor,” ujar Michael, Jumat (9/1/2026).

Ia kemudian memaparkan level teknikal sejumlah saham, dimulai dari BRMS. Michael menilai saham tambang emas tersebut masih memiliki ruang pergerakan, meski investor perlu mencermati area kunci.

“Support untuk BRMS adalah 1.190. Resistance di 1.335,” katanya.

Michael menambahkan, pergerakan BRMS akan semakin menarik jika mampu menembus area tersebut. “Melewati angka ini, akan membuat peluang BRMS ke 1.500,” ujarnya.

Sementara untuk BUMI, Michael menyoroti adanya level resistensi penting pada kerangka waktu mingguan yang patut diwaspadai pelaku pasar.

“BUMI akan menyentuh titik krusial di weekly resistance di 500. Waspada akan aksi taking profit di area itu,” kata dia.

Untuk saham DEWA, Michael menilai pergerakannya sudah sangat agresif dari sisi teknikal.

“Sementara untuk DEWA, terjadi parabolic curve, sehingga secara teknikal tidak bisa dijustifikasi lagi,” ujarnya.

Selain ketiga saham tersebut, Michael juga menyinggung saham Bakrie lainnya, VKTR dan ALII, yang menurutnya masih menunjukkan potensi teknikal yang relatif menarik.

“Terutama di VKTR yang terlihat tertahan di area 1.000, ini merupakan hal lumrah karena merupakan bagian dari resistance psikologis. Melewati area ini akan memberikan peluang untuk VKTR ke 1.250,” tutur dia.

Sementara untuk ALII, Michael menilai kunci pergerakan ada pada kemampuan saham tersebut bertahan di level tertentu.

“ALII, bertahan di 1.250, akan membuat saham ini memiliki potensi ke 1.500,” imbuh dia.

Aksi CGS di BRMS

CGS International Sekuritas Indonesia tercatat mengurangi porsi kepemilikannya di saham BRMS dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), CGS secara bertahap melepas saham BRMS sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Aksi jual dilakukan hampir setiap hari, dengan volume bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu saham.

Pada 29 Desember 2025, CGS tercatat menjual 18.000 saham BRMS. Aksi tersebut berlanjut pada 2 Januari 2026 dengan penjualan 21.568 saham, disusul 167.500 saham pada 5 Januari 2026. Tekanan jual masih berlanjut pada 6 dan 7 Januari 2026, masing-masing sebesar 16.000 saham dan 15.000 saham.

Serangkaian transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan CGS di BRMS turun tipis namun konsisten, dari sekitar 5,6424 persen menjadi 5,6422 persen. Seluruh transaksi tercatat dilakukan melalui broker CGS (kode YU).

Andhesti di DEWA

Kemudian, Andhesti Tungkas Pratama tercatat aktif melakukan penyesuaian kepemilikan saham DEWA dalam periode akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Berdasarkan data KSEI dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Andhesti lebih dominan melakukan aksi jual, meski sempat diselingi pembelian dalam jumlah besar.

Aksi paling menonjol terjadi pada 31 Desember 2025, ketika Andhesti melepas 400 juta saham DEWA di pasar dengan harga tercatat Rp581 per saham. Transaksi tersebut memangkas kepemilikan secara signifikan dari sekitar 9,35 persen menjadi 8,37 persen.

Tekanan jual berlanjut pada awal Januari 2026. Pada 2 Januari 2026, Andhesti kembali melepas total sekitar 52,3 juta saham, disusul penjualan 60 juta saham pada 5 Januari 2026.

Meski demikian, pada hari yang sama Andhesti juga tercatat membeli 35 juta saham, mengindikasikan adanya strategi jual-beli dalam rentang waktu berdekatan.

Pada 6 dan 7 Januari 2026, aksi jual kembali mendominasi, meski diselingi pembelian hampir 15 juta saham pada 7 Januari 2026.

Secara keseluruhan, rangkaian transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan Andhesti di saham DEWA turun bertahap dari kisaran 8,56 persen pada pertengahan Desember 2025 menjadi sekitar 8,16 persen per 7 Januari 2026.

Chengdong di BUMI

Selain BRMS dan DEWA, salah satu pemegang saham di atas 5 persen di BUMI, Chengdong Investment Corp, juga tercatat rajin melakukan penjualan saham, setidaknya sejak Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Berdasarkan data KSEI, Chengdong kembali melepas 500 juta saham BUMI pada 7 Januari 2026, sehingga kepemilikannya turun dari sekitar 19,98 miliar saham menjadi 19,48 miliar saham, atau setara penurunan sekitar 0,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Transaksi tersebut berjenis foreign (investor asing).

Aksi jual ini bukan yang pertama. Sejak awal Desember 2025, Chengdong tercatat beberapa kali melakukan penjualan saham BUMI secara bertahap. Data menunjukkan, pada 1 Desember 2025, Chengdong juga melakukan dua kali transaksi jual, diikuti aksi serupa pada 6 Januari 2026, sebelum kembali melepas saham sehari kemudian.

Dengan rangkaian transaksi tersebut, porsi kepemilikan Chengdong di BUMI terus menyusut secara konsisten dalam periode lebih dari satu bulan terakhir.

Bisa dibilang, pola penjualan berulang dalam jumlah besar kerap dibaca pelaku pasar sebagai langkah penyesuaian portofolio atau realisasi keuntungan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Breakfast with The View: Makan Santai di Tengah Hiruk Pikuk Kota Jakarta
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mobil Pecah Ban di Jalur Contraflow Tol Dalam Kota, Polisi Turun Membantu
• 21 jam laludetik.com
thumb
Bansos Januari 2026 Mulai Cair, PKH dan BPNT Susulan Masuk hingga Rp1,2 Juta
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
2.263 Napi hingga 235 Petugas Lapas Narkotika Jakarta Dites Urine
• 18 jam laludetik.com
thumb
Perkuat Konservasi, Pertamina International Shipping Tandai 4 Hiu Paus
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.