Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menjalankan program penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Program ini dijalankan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem di tengah aktivitas industri yang terus berkembang di wilayah Morowali dan sekitarnya.
Advertisement
Head of CSR Department PT IMIP, R. Tommy Adi Prayogo, menjelaskan kawasan pesisir dinilai memiliki peran strategis dalam menopang kelangsungan ekosistem.
Dalam konteks industri, keberadaan lingkungan menjadi elemen penting yang perlu dijaga agar aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, IMIP menjadikan penanaman mangrove sebagai salah satu langkah dalam perlindungan lingkungan pesisir.
Pelaksanaan penanaman mangrove dilakukan secara terpadu, mencakup area di dalam kawasan industri IMIP, wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga beberapa provinsi lain.
Berbagai jenis mangrove ditanam untuk menyesuaikan dengan kondisi ekosistem setempat, di antaranya Bruguiera gymnorrhiza (mangrove tancang), Rhizopora apiculata (bakau minyak), Rhizophora mucronata (bakau kurap), dan Rhizophora stylosa (bakau kecil).
"Tenant-tenant di dalam Kawasan IMIP juga berpartisipasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melindungi wilayah pantai dari dampak perubahan iklim dan ancaman abrasi," ujar Tommy, melansir Antara, Jumat (09/01/2026).
Selain di sekitar kawasan industri, IMIP turut menjalankan restorasi pesisir melalui kegiatan konservasi mangrove di wilayah yang berada di luar area operasional perusahaan dan di luar Kabupaten Morowali.
Program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Direktorat CSR dan Environmental sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan jangka panjang.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467536/original/084522300_1767920519-578e028f-544d-486f-b2e1-fada0c1c6433.jpg)


