Indonesia bersama 21 negara muslim dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam kunjungan Menlu Israel Gideon Saar baru-baru ini ke Somaliland — yang memerdekakan diri dari Republik Federasi Somalia.
Indonesia dkk menilai kunjungan itu sebagai bentuk pelanggaran terhadap integritas wilayah dan kedaulatan negara di Afrika tersebut.
Berikut isi pernyataan bersama Indonesia dkk tersebut, dikutip dari siaran pers Kemlu Arab Saudi, Jumat (9/1):
Pernyataan Bersama Para Menteri Luar Negeri dari Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Arab Mesir, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Republik Rakyat Bangladesh, Uni Komoro, Republik Djibouti, Republik Gambia, Republik Indonesia, Republik Islam Iran, Negara Kuwait, Negara Libya, Republik Maladewa, Republik Federal Nigeria, Kesultanan Oman, Republik Islam Pakistan, Negara Palestina, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, Republik Federal Somalia, Republik Sudan, Republik Turki, Republik Yaman, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Mengingat pernyataan sebelumnya pada tanggal 27 Desember 2025, oleh para Menteri Luar Negeri yang menolak pengakuan Israel atas Wilayah "Somaliland" dari Republik Federal Somalia;
Menyatakan kecaman keras mereka atas kunjungan ilegal pejabat Israel baru-baru ini ke Wilayah "Somaliland" dari Republik Federal Somalia pada tanggal 6 Januari 2026. Menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Federal Somalia, serta merusak norma-norma internasional yang telah mapan dan Piagam PBB.
Menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan terhadap kedaulatan, kesatuan, dan integritas wilayah Republik Federal Somalia. Menegaskan bahwa mendorong agenda separatis tidak dapat diterima dan berisiko memperburuk ketegangan di kawasan yang sudah rapuh.
Menekankan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional, non-intervensi dalam urusan internal negara-negara berdaulat, dan kepatuhan terhadap norma-norma diplomatik sangat penting bagi stabilitas regional dan internasional.
Memuji komitmen Republik Federal Somalia terhadap keterlibatan internasional yang damai, diplomasi konstruktif, dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Menyatakan komitmen untuk terus mendukung langkah-langkah diplomatik dan hukum yang diambil oleh Somalia guna menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan stabilitasnya sesuai dengan hukum internasional.
Menekankan bahwa Israel harus menghormati sepenuhnya kedaulatan, persatuan nasional, dan integritas wilayah Somalia serta memenuhi kewajibannya sesuai dengan hukum internasional, dan menuntut pencabutan segera atas pengakuan yang dikeluarkan oleh Israel.
Dukung Integritas SomaliaSebelumnya, pada 6 Januari, Kemlu RI merilis sikap Indonesia atas Somaliland yang memerdekakan diri dari Somalia dan diakui oleh Israel — negara pertama yang mengakui Somaliland.
Berikut pernyataan Kemlu RI:
Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan integritas wilayah negara saudara Republik Federal Somalia.
Somaliland adalah bagian integral dari Somalia. Kami menolak keras segala upaya untuk mengakui entitas-entitas tidak sah yang merusak persatuan Somalia, dan menganggap tindakan tersebut sebagai gangguan terhadap stabilitas kawasan serta pelanggaran terhadap hukum internasional.




